Anies Panen Raya di Sumedang Untuk Kebutuhan Pangan Jakarta

Anies Panen Raya di Sumedang Untuk Kebutuhan Pangan Jakarta

Anies Panen Raya di Sumedang bersama Bupati Sumedang Bapak Dony Ahmad Munir pada hari Jum’at 11 Juni 2021 di area Persawahan Desa Mekarwangi, Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Kerjasama ini dilakukan dalam mencukupi pasokan pangan di pasar DKI Jakarta

Anies Baswedan Panen Raya Bersama Bupati Sumedang

Gubernur Anies Baswedan Panen Raya di Sumedang
Gubernur Anies Baswedan Panen padi di Sumedang

Alhamdulillah, pagi tadi melakukan panen raya bersama Bupati Sumedang, Pak Dony Ahmad Munir di area persawahan Desa Mekarwangi, Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Sumedang merupakan salah satu lumbung penghasil beras, yang memasok kebutuhan pangan warga Jakarta, melalui PT. Tjipinang Food Station sebagai penyuplai dan PD. Pasar Jaya sebagai pihak yang memasarkan kebutuhan pangan tersebut.

Kegiatan panen ini adalah bentuk keseriusan Pemprov DKI Jakarta dalam meningkatkan kerjasama daerah terutama di sektor pangan. Ini ikhtiar kita bersama semata-mata, agar disatu sisi, para petani disini mendapakan harga jual gabah yang lebih tinggi, sementara warga Jakarta mendapatkan harga beras yang terjangkau. Maka, setiap keluarga atau rumah tangga di Jakarta bisa tenang jika harga pangan stabil karena jumlah pasokan aman.

Ini adalah cara kami masyarakat perkotaan untuk membalas budi kepada para petani. Karena merekalah yang selama ini bekerja senyap dan tak terlihat, namun manfaatnya kita rasakan. Semoga dengan kerja sama saat ini para petani menjadi sejahtera dan kita yang di Ibu Kota bisa mendapatkan harga yang terjangkau dan stabil, terima kasih pak Bupati dan para petani Sumedang.

Anies dan Bupati Sumedang
Gubernur Anies dan Bupati Dony Ahmad Munir

Sumber Copas dari Facebook : Anies Baswedan

Sumedang terkenal dengan salah satu Tahu Sumedang nya dan kini panen raya untuk stock warga DKI Jakarta

Keuntungan Investasi Tanah Kavling Yang Perlu Anda Ketahui

Keuntungan Investasi Tanah Kavling Yang Perlu Anda Ketahui

Keuntungan Investasi Tanah Kavling yang perlu diketahui sebelum anda memilih investasi emas logam mulia atau membeli Properti berupa tanah ataupun rumah. Tanah kavling siap bangun atau rumah atau emas? yuk kita bahas 5 keuntunganya membeli tanah kavling.

5 Keuntungan Investasi Tanah Kavling Siap Bangun

Keuntungan Investasi Properti

1. Investasi Yang Menguntungkan

Investasi Properti memang memiliki keuntungan yang berlipat ganda, meskipun membutuhkan modal yang relatif besar. Namun tentu dengan berinvestasi tanah akan lebih murah jka dibandingkan dengan investasi rumah. Selain itu, biasanya para pengembang akan membuat cluster cluster yang bisa meningkatkan harga jual dari tanah tersebut.

2. Tanah Membutuhkan Lebih Sedikit Biaya Perawatan

Saat anda membeli rumah jadi, maka anda akan membutuhkan biaya untuk perawatan rutinya, meskipun anda tidak menghuni rumah tersebut, tetap akan ada biaya yang harus anada keluarkan. Contoh biaya kebersihan, keamanan lingkungan, hingga listrik harus tetap anda bayarkan setiap bulanya. Sedangkan tanah kosong hanya perlu sesekali datang kelokasi hingga tidak perlu mengeluarkan biaya terlalu besar.

3. Tanah Dapat Dikembangkan Menjadi  Bisnis Lain

Jika anada berencana ingin membangun bisnis, maka tanah tersebut bisa anda manfaatkan. Anda bisa memulai dengan membuat kebun sayur sendiri atau menyewakanya menjadi tempat usaha kepada orang lain. Jangan  iarkan tanah tersebut menjadi lahan yang tidak berkembang an tidak bermanfaat bagi anda ataupun orang lain. Cobalah menggali kesempatan itu untuk menambah penghasilan anda dan keluarga.

4. Tanah Kavling Nilainya Akan Terus Meningkat Naik

Tanah merupakan properti yang memiliki return dan Capital Gain (BEP) yang tinggi, sehingga lebih baik anda tidak menjualnya dalam waktu yang dekat. Sebaiknya tunggu hingga harga naik secara signifikan yang biasanya terjadi setelah lima tahun mendatang. Anda bisa memanfaatkanya selama waktu itu dengan menyewakanya kepada orang lain untuk bisa mendapatrkan keuntungan yang berlipat ganda.

5. Bisa Bangun Rumah Sesuai Keinginan Kita

Tanah kavling siap bangun dapat kita bangunan sesuai keinginan kita, baik design rumah, luas bangunan dll. Bila ada project developer yang baru buka, segera lakukan membeli tanah kavling itu awal project, tentunya setelah pastikan keabsahan akan legalitas perizinan surat surat tanah tersebut. beli awal project akan lebih untung karna biasanya akan lebih murah setelah ada progres lapangan.

Demikian penjelasan singkat mengenai keuntungan investasi membeli Tanah Kavling Siap Bangun, Semoga bermanfaat. Silahkan bagikan kepada saudara atau teman anda.

Masjid Jogokariyan Galang Dana Beli Kapal Selam Pengganti Nanggala

Masjid Jogokariyan Galang Dana Beli Kapal Selam Pengganti Nanggala

Masjid Jogokariyan Yogyakarta berinisiatif melakukan penggalangan dana untuk membeli Kapal Selam untuk pertahanan Negara Indonesia. Takmir Masjid Togokariyan merasa prihatin atas tragedi tenggelamnya satu kapal selam Nanggala 402 milik Angkatan Laut yang membawa 53 orang kru untuk misi patroli

Tragedi Nanggala 402 : Takmir Masjid Lebih Visioner Soal Pertahanan Negara

 

Patungan Beli Kapal Selam
Rekening Patungan Beli Kapal Selam

By Asyari Usman

Bukan bercanda dan bukan pula setengah hati. Pasti! Sebab, komunitas Masjid Jogokariyan (MJ), Yogyakarta, selalu serius ketika melakukan penggalangan dana yang selama ini hanya untuk tujuan kemanusiaan.

Kemarin, badan kenaziran (takmir) masjid kembali memprakarsai pengumpulan dana. Tapi kali ini lain dari biasa. Bukan untuk kemanusiaan. Melainkan untuk membeli kapal selam (kasel) pengganti Nanggala 402 yang tenggelam di perairan selatan Bali.

Membeli kapal selam? Apa iya bisa terkumpul dananya oleh MJ? Memangnya berapa harga kapal selam? Tidak terlalu besar. Untuk klas yang tenggelam itu hanya US$330 juta. Atau sekitar Rp4.7 triliun. Tak sampai 5 triliun.

Mungkinkan jumlah ini terkumpul di Jogokariyan? Sangat mungkin jika kita simak pengalaman komunitas Jogokariyan selama ini. Modal utama mereka adalah sifat yang amanah dan transparan. Semua jemaah percaya mereka, begitu juga masyarakat umum.

Aksi Galang Dana Masjid Jogokariyan

Masjid Jogokariyan Yogyakarta

Penggalangan dana yang bakal menjadi peristiwa historis ini mereka mulai kemarin, Ahad (25 April 2021), 13 Ramadan 1442.

Inisiatif MJ ini sangat sejalan dengan suasana emosional akar rumput. Rakyat, utamanya umat Islam, sangat prihatin dengan tragedi Nanggala. Kehilangan kasel ini berarti memperlemah pertahanan NKRI.

“Indonesia adalah negara kelautan sehingga sudah semestinya armada laut harus dikuatkan,” kata Ustad Muhammad Jazir, ketua takmir MJ. Ia mengajak seluruh rakyat ikut membantu Angkatan Laut agar mampu menjaga kekayaan negara dan keutuhan wilayah Indonesia.

Komunitas MJ tampaknya sangat serius ingin membantu pembelian kasel baru. Dan ini bisa bergulir menjadi gerakan nasional. Tapi, kalau ada yang memaknai penggalanan dana ini sebagai sindiran terhadap pemerintah, bisa juga. Semacam kritiklah, lebih-kurang.

Konkretnya, rakyat melihat pemerintah mengabaikan aspek pertahanan negara. Alat-alat utama sistem persenjataan (alutsista) milik TNI jauh tertinggal dibandingkan para tetangga sesama ASEAN. Sudah banyak yang karatan. Dan tak cocok lagi dengan tantangan dan ancaman yang selalu naik level.

Peremajaan memang mahal. Tetapi, kalau pemerintah sadar bahwa sistem persenjataan akan selalu dikaitkan dengan wibawa negara, maka pastilah para pemimpin yang punya harga diri akan mengutamakan alat-alat pertahanan.

Duit 4.7 T untuk membeli satu kapal selam, masih terbilang tak seberapa dibandingkan jumlah korupsi para pejabat dan perampokan yang dilakukan oleh para taipan hitam. Ini semua hanya soal kecerdasan dan kevisioneran pemimpin.

Ketua takmir Masjid Jogokariyan saja mampu berteori tentang pertahanan negara. Takmir yang visioner. Dan malah langsung berbuat lewat penggalangan dana Nanggala 402.

Kita tunggu apa yang akan dilakukan Menhan Prabowo Subianto.

Senin 26 April 2021
(Penulis wartawan senior)

By Asyari Usman

Masjid Jogokariyan Donasi Kapal Selam

Aksi Galang Dana Masjid Jogokariyan

Anies Penuhi Kebutuhan Beras Jakarta Kerjasama Pemkab Ngawi

Anies Penuhi Kebutuhan Beras Jakarta Kerjasama Pemkab Ngawi

Anies Penuhi Kebutuhan Beras untuk warga DKI Jakarta melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Food Station Tjipinang Jaya dengan melakukan kontrak kerjasama antara Pemkab Ngawi, Jawa Timur dengan dihadiri langsung oleh Bupati Ngawi Bpk Ony Anwar dan Gubernur Jawa Timur ibu Khofifah Indar Parawansa

Anies Penuhi Kebutuhan Beras Jakarta Kerjasama Pemkab Ngawi Jawa Timur

Gubernur Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Alhamdulillah, Pemprov DKI Jakarta melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Food Station Tjipinang Jaya menggandeng Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Daya Tani Sembada dan Kelompok Tani Sido Rukun Kecamatan Geneng Kabupaten Ngawi guna memperluas cakupan serapan gabah untuk pasokan beras di Jakarta.

Hari ini Ahad 25 April 2021 kami menandatangani perjanjian kerja sama Resi Gudang (Warehouse Receipt System) antara Pemprov DKI Jakarta dengan Pemkab Ngawi yang diwakili Bupati Ngawi Ony Anwar dan disaksikan langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa beserta jajaran Food Station, Daya Tani Sembada dan Kelompok Tani Sido Rukun di Balai Desa Geneng, Dusun Alas Pecah, Kecamatan Geneng Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Pada umumnya saat panen raya gabah kering panen dihargai sangat rendah. Dengan kerjasama sistem resi gudang, Food Station sebagai pengelola akan membantu menjadi stand by buyer dengan harga yang baik sehingga para petani tidak perlu susah-susah mencari pembeli. Dan petani tak perlu buru-buru menjual harga gabah mereka dengan harga rendah, melainkan dapat menyimpannya terlebih dahulu meningkatkan kualitas sehingga harganya juga akan stabil.

Pasokan Beras Untuk Jakarta

Gudang Beras di Ngawi
Gudang Beras di Ngawi Jawa Timur

Selain itu dengan menyimpannya di resi gudang petani juga bisa memanfaatkan sebagai jaminan untuk mengambil pinjaman dari lembaga keuangan untuk pembiayaan musim tanam berikutnya.Dengan sistem resi gudang kita bisa menyimpan rata- rata 600 ton, target tahun 2021 sebanyak 1.000 ton.

Atas nama warga Jakarta kami sampaikan terima kasih dan apresiasi atas kerjasama yang baik ini. Tujuan dari kerjasama ini adalah pertama, kebutuhan pangan di Jakarta terpenuhi dengan baik

Kedua, para petani memiliki sistem kerja yang memungkinkan mereka meningkatkan kesejahteraannya, sehingga petani kita tidak terus menjadi yang paling akhir menikmati nilai tambah dari kegiatan produksi beras.

Jakarta memiliki ketergantungan yang amat tinggi kepada produk pertanian dari luar Jakarta dan kami tidak ingin hanya menerima berasnya saja tetapi tak memikirkan kesejahteraan petaninya.

Kerjasama antar daerah ini merupakan bagian dari amanat konstitusi untuk menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Jakarta sebagai kota penyumbang perekonomian terbesar memberikan manfaat bagi daerah lain khususnya peningkatan kesejahteraan petani.

Dengan sistem kerjasama yang dijalankan Foodstation seperti contract farming dan resi gudang kita memastikan bahwa petani bisa mendapatkan manfaat yang makin baik dan besar sehingga lebih sejahtera. Ini bentuk ucapan terima kasih kami, balas budi kepada para petani yang sudah menyiapkan pangan bagi kami yang tinggal di perkotaan.

Beras Produksi Kelompok Tani Sido Rukun Ngawi
Beras Produksi Kelompok Tani Sido Rukun Ngawi
Pelepasan Logistik Beras
Pelepasan Logistik Beras
Gubernur DKI Jakarta dan Gubernur Jatim
Gubernur DKI Jakarta dan Gubernur Jatim
Gubernur Anies Baswedan
Gubernur Anies Baswedan

Sumber FB Anies Baswedan

Pengertian Zakat Infaq Shodaqoh Dalam Pandangan Hukum Islam

Pengertian Zakat Infaq Shodaqoh Dalam Pandangan Hukum Islam

Pengertian Zakat Infaq Shodaqoh memiliki pengertian yang berbeda secara bahasa dan istilah. Zakat memiliki arti bersih, pensucian. zakat adalah hak yang telah ditentukan besarnya yang wajib dikeluarkan pada harta-harta tertentu. Infaq memiliki arti mengeluarkan harta dengan suka rela yang dilakukan seseorang. Shadaqah adalah sesuatu yang ma’ruf, benar dalam pandangan syara’

Pengertian Zakat Infaq Shodaqoh Dalam Pandangan Hukum Islam

Pengertian Zakat, Infaq, Sedekah

DEFINISI ZAKAT, INFAQ, DAN SHADAQAH

Oleh : KH. M. Shiddiq Al Jawi

Pengertian Zakat

Zakat menurut bahasa artinya adalah “berkembang” (an namaa`) atau “pensucian” (at tath-hiir).

Adapun menurut syara’, zakat adalah hak yang telah ditentukan besarnya yang wajib dikeluarkan pada harta-harta tertentu (haqqun muqaddarun yajibu fi amwalin mu’ayyanah) (Zallum, 1983 : 147).

Dengan perkataan “hak yang telah ditentukan besarnya” (haqqun muqaddarun), berarti zakat tidak mencakup hak-hak –berupa pemberian harta– yang besarnya tidak ditentukan, misalnya hibah, hadiah, wasiat, dan wakaf. Dengan perkataan “yang wajib (dikeluarkan)” (yajibu), berarti zakat tidak mencakup hak yang sifatnya sunnah atau tathawwu’, seperti shadaqah tathawwu’ (sedekah sunnah).

Sedangkan ungkapan “pada harta-harta tertentu” (fi amwaalin mu’ayyanah) berarti zakat tidak mencakup segala macam harta secara umum, melainkan hanya harta-harta tertentu yang telah ditetapkan berdasarkan nash-nash syara’ yang khusus, seperti emas, perak, onta, domba, dan sebagainya.

Pengertian Infaq

Bagaimana kaitan atau perbedaan definisi zakat ini dengan pengertian infaq dan shadaqah?

Al Jurjani dalam kitabnya At Ta’rifaat menjelaskan bahwa infaq adalah penggunaan harta untuk memenuhi kebutuhan (sharful maal ilal haajah) (Al Jurjani, tt : 39).

Dengan demikian, infaq mempunyai cakupan yang lebih luas dibanding zakat.

Dalam kategorisasinya, infak dapat diumpamakan dengan “alat transportasi” –yang mencakup kereta api, mobil, bus, kapal, dan lain-lain– sedang zakat dapat diumpamakan dengan “mobil”, sebagai salah satu alat transportasi.

Maka hibah, hadiah, wasiat, wakaf, nazar (untuk membelanjakan harta), nafkah kepada keluarga, kaffarah (berupa harta) –karena melanggar sumpah, melakukan zhihar, membunuh dengan sengaja, dan jima’ di siang hari bulan Ramadhan–, adalah termasuk infaq.

Bahkan zakat itu sendiri juga termasuk salah satu kegiatan infak. Sebab semua itu merupakan upaya untuk memenuhi kebutuhan, baik kebutuhan pihak pemberi maupun pihak penerima.

Dengan kata lain, infaq merupakan kegiatan penggunaan harta secara konsumtif –yakni pembelanjaan atau pengeluaran harta untuk memenuhi kebutuhan– bukan secara produktif, yaitu penggunaan harta untuk dikembangkan dan diputar lebih lanjut secara ekonomis (tanmiyatul maal).

Pengertian Shadaqah

Adapun istilah shadaqah, maknanya berkisar pada 3 (tiga) pengertian berikut ini :

Pertama, shadaqah adalah pemberian harta kepada orang-orang fakir, orang yang membutuhkan, ataupun pihak-pihak lain yang berhak menerima shadaqah, tanpa disertai imbalan (Mahmud Yunus, 1936 : 33, Wahbah Az Zuhaili, 1996 : 919).

Shadaqah ini hukumnya adalah sunnah, bukan wajib. Karena itu, untuk membedakannya dengan zakat yang hukumnya wajib, para fuqaha menggunakan istilah shadaqah tathawwu’ atau ash shadaqah an nafilah (Az Zuhaili 1996 : 916).

Sedang untuk zakat, dipakai istilah ash shadaqah al mafrudhah (Az Zuhaili 1996 : 751). Namun seperti uraian Az Zuhaili (1996 : 916), hukum sunnah ini bisa menjadi haram, bila diketahui bahwa penerima shadaqah akan memanfaatkannya pada yang haram, sesuai kaidah syara’:

“Al wasilatu ilal haram haram”

“Segala perantaraan kepada yang haram, hukumnya haram pula”.

Bisa pula hukumnya menjadi wajib, misalnya untuk menolong orang yang berada dalam keadaan terpaksa (mudhthar) yang amat membutuhkan pertolongan, misalnya berupa makanan atau pakaian. Menolong mereka adalah untuk menghilangkan dharar (izaalah adh dharar) yang wajib hukumnya. Jika kewajiban ini tak dapat terlaksana kecuali denganshadaqah, maka shadaqah menjadi wajib hukumnya, sesuai kaidah syara’ :

“Maa laa yatimmul wajibu illa bihi fahuwa wajib”

“Segala sesuatu yang tanpanya suatu kewajiban tak terlaksana sempurna, maka sesuatu itu menjadi wajib pula hukumnya”

Dalam ‘urf para fuqaha, sebagaimana dapat dikaji dalam kitab-kitab fiqh berbagai madzhab, jika disebut istilah shadaqah secara mutlak, maka yang dimaksudkan adalah shadaqah dalam arti yang pertama ini –yang hukumnya sunnah– bukan zakat.

Kedua, shadaqah adalah identik dengan zakat (Zallum, 1983 : 148). Ini merupakan makna kedua dari shadaqah, sebab dalam nash-nash syara’ terdapat lafazh “shadaqah” yang berarti zakat. Misalnya firman Allah SWT :

“Sesungguhnya zakat-zakat itu adalah bagi orang-orang fakir, orang-orang miskin, amil-amil zakat …” (QS At Taubah : 60)

Dalam ayat tersebut, “zakat-zakat” diungkapkan dengan lafazh “ash shadaqaat”. Begitu pula sabda Nabi SAW kepada Mu’adz bin Jabal RA ketika dia diutus Nabi ke Yaman :

“…beritahukanlah kepada mereka (Ahli Kitab yang telah masuk Islam), bahwa Allah telah mewajibkan zakat atas mereka, yang diambil dari orang kaya di antara mereka, dan diberikan kepada orang fakir di antara mereka…” (HR. Bukhari dan Muslim).

Pada hadits di atas, kata “zakat” diungkapkan dengan kata “shadaqah”

Berdasarkan nash-nash ini dan yang semisalnya, shadaqah merupakan kata lain dari zakat. Namun demikian, penggunaan kata shadaqah dalam arti zakat ini tidaklah bersifat mutlak. Artinya, untuk mengartikan shadaqah sebagai zakat, dibutuhkan qarinah (indikasi) yang menunjukkan bahwa kata shadaqah –dalam konteks ayat atau hadits tertentu– artinya adalah zakat yang berhukum wajib, bukan shadaqah tathawwu’ yang berhukum sunnah.

Pada ayat ke-60 surat At Taubah di atas, lafazh “ash shadaqaat” diartikan sebagai zakat (yang hukumnya wajib), karena pada ujung ayat terdapat ungkapan “faridhatan minallah” (sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah).

Ungkapan ini merupakan qarinah, yang menunjukkan bahwa yang dimaksud dengan lafazh “ash shadaqaat” dalam ayat tadi, adalah zakat yang wajib, bukan shadaqah yang lain-lain.

Begitu pula pada hadits Mu’adz, kata “shadaqah” diartikan sebagai zakat, karena pada awal hadits terdapat lafazh “iftaradha” (mewajibkan/memfardhukan). Ini merupakan qarinah bahwa yang dimaksud dengan “shadaqah” pada hadits itu, adalah zakat, bukan yang lain.

Dengan demikian, kata “shadaqah” tidak dapat diartikan sebagai “zakat”, kecuali bila terdapat qarinah yang menunjukkannya.

Ketiga, shadaqah adalah sesuatu yang ma’ruf (benar dalam pandangan syara’)

Pengertian ini didasarkan pada hadits shahih riwayat Imam Muslim bahwa Nabi SAW bersabda : “Kullu ma’rufin shadaqah” (Setiap kebajikan, adalah shadaqah).

Berdasarkan ini, maka mencegah diri dari perbuatan maksiat adalah shadaqah, memberi nafkah kepada keluarga adalah shadaqah, beramar ma’ruf nahi munkar adalah shadaqah, menumpahkan syahwat kepada isteri adalah shadaqah, dan tersenyum kepada sesama muslim pun adalah juga shadaqah.

Agaknya arti shadaqah yang sangat luas inilah yang dimaksudkan oleh Al Jurjani ketika beliau mendefiniskan shadaqah dalam kitabnya At Ta’rifaat. Menurut beliau, shadaqah adalah segala pemberian yang dengannya kita mengharap pahala dari Allah SWT (Al Jurjani, tt : 132). Pemberian (al ‘athiyah) di sini dapat diartikan secara luas, baik pemberian yang berupa harta maupun pemberian yang berupa suatu sikap atau perbuatan baik.

Jika demikian halnya, berarti membayar zakat dan bershadaqah (harta) pun bisa dimasukkan dalam pengertian di atas.

Tentu saja, makna yang seperti ini bisa menimbulkan kerancuan dengan arti shadaqah yang pertama atau kedua, dikarenakan maknanya yang amat luas.

Karena itu, ketika Imam An Nawawi dalam kitabnya Sahih Muslim bi Syarhi An Nawawi mensyarah hadits di atas (“Kullu ma’rufin shadaqah”) beliau mengisyaratkan bahwa shadaqah di sini memiliki arti majazi (kiasan/metaforis), bukan arti yang hakiki (arti asal/sebenarnya).

Menurut beliau, segala perbuatan baik dihitung sebagai shadaqah, karena disamakan dengan shadaqah (berupa harta) dari segi pahalanya (min haitsu tsawab). Misalnya, mencegah diri dari perbuatan dosa disebut shadaqah, karena perbuatan ini berpahala sebagaimana halnya shadaqah. Amar ma’ruf nahi munkar disebut shadaqah, karena aktivitas ini berpahala seperti halnya shadaqah. Demikian seterusnya (An Nawawi, 1981 : 91)

Walhasil, sebagaimana halnya makna shadaqah yang kedua, makna shadaqah yang ketiga ini pun bersifat tidak mutlak. Maksudnya, jika dalam sebuah ayat atau hadits terdapat kata “shadaqah”, tak otomatis dia bermakna segala sesuatu yang ma’ruf, kecuali jika terdapat qarinah yang menunjukkannya. Sebab sudah menjadi hal yang lazim dan masyhur dalam ilmu ushul fiqih, bahwa suatu lafazh pada awalnya harus diartikan sesuai makna hakikinya. Tidaklah dialihkan maknanya menjadi makna majazi, kecuali jika terdapat qarinah. Sebagaimana diungkapkan oleh An Nabhani dan para ulama lain, terdapat sebuah kaidah ushul menyebutkan :

“Al Ashlu fil kalaam al haqiqah.”

“Pada asalnya suatu kata harus dirtikan secara hakiki (makna aslinya).” (Usman, 1996 : 181, An Nabhani, 1953 : 135, Az Zaibari : 151)

Namun demikian, bisa saja lafazh “shadaqah” dalam satu nash bisa memiliki lebih dari satu makna, tergantung dari qarinah yang menunjukkannya. Maka bisa saja, “shadaqah” dalam satu nash berarti zakat sekaligus berarti shadaqah sunnah. Misalnya firman Allah :

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka…” (At Taubah : 103)

Kata “shadaqah” pada ayat di atas dapat diartikan “zakat”, karena kalimat sesudahnya “kamu membersihkan dan mensucikan mereka” menunjukkan makna bahasa dari zakat yaitu “that-hiir” (mensucikan).

Dapat pula diartikan sebagai “shadaqah” (yang sunnah), karena sababun nuzulnya berkaitan dengan harta shadaqah, bukan zakat.

Menurut Ibnu Katsir (1989 : 400-401) ayat ini turun sehubungan dengan beberapa orang yang tertinggal dari Perang Tabuk, lalu bertobat seraya berusaha menginfakkan hartanya. Jadi penginfakan harta mereka, lebih bermakna sebagai “penebus” dosa daripada zakat.

Karena itu, Ibnu Katsir berpendapat bahwa kata “shadaqah” dalam ayat di atas bermakna umum, bisa shadaqah wajib (zakat) atau shadaqah sunnah (Ibnu Katsir, 1989 : 400).

As Sayyid As Sabiq dalam kitabnya Fiqhus Sunnah Juz I (1992 : 277) juga menyatakan, “shadaqah” dalam ayat di atas dapat bermakna zakat yang wajib, maupun shadaqah tathawwu’.

[ Muhammad Shiddiq Al Jawi ]
Dari Fb : Muhammad Rosyid Aziz

Anies Baswedan Panen Padi di Cilacap, Kecamatan Majenang, Cilacap

Anies Baswedan Panen Padi di Cilacap, Kecamatan Majenang, Cilacap

Anies Baswedan panen padi di Cilacap bersama Bupati Cilacap Bapak Tato Pamuji pada hari Jum’at 16 April 2021 dalam mencanangkan ketahanan pangan dengan pemerintah Kabupaten Cilacap.

Kerjasama mulai tahun 2018 lalu dan Pemda DKI Jakarta merasa bersyukur bisa bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Cilacap dalam menyiapkan ketahanan pangan untuk warga di ibu kota.

Anies Baswedan Panen Padi di Majenang Bersama Bupati Cilacap

Anies Baswedan dan Bupati Cilacap
Anies Baswedan dan Bupati Cilacap

Alhamdulillah, pagi tadi (Jum’at 16 April 2021) Panen Bersama di lahan sawah seluas 50 hektare di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Panen padi hasil kolaborasi antara Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) Sumber Makmur, Desa Jenang, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap dengan BUMD PT Food Station Tjipinang Jaya.

Hampir 99% kebutuhan pangan DKI Jakarta dipasok dari luar dan kita memiliki ketergantungan yang amat tinggi dengan daerah lain dan Jakarta merasa bersyukur bisa bekerja sama dengan Cilacap menyiapkan ketahanan pangan untuk warga di ibu kota.

Ikhtiar bersama ini juga untuk memastikan pasokan pangan di Ibu Kota terjaga selama bulan Ramadan dan menyambut Idulfitri 1442 Hijriah.

Kerjasama Dari Tahun 2018

Kerjasama DKI Jakarta dan Kabupaten Cilacap
Gubernur Anies Baswedan dan Bupati Cilacap Tato Pamuji

Kegiatan panen bersama antara Food Station dengan Gapoktan Sumber Makmur Cilacap ini adalah kegiatan lanjutan kolaborasi antar daerah yang dimulai sejak 2018. Melalui kolaborasi tersebut, Pemkab Cilacap dan Gapoktan Sumber Makmur berperan menyiapkan pengadaan lahan dan petani, sementara Pemprov DKI Jakarta melalui Food Station melakukan beragam pendampingan kepada petani dan off taker produk pertanian.

Pendampingan yang dilakukan Food Station terhadap Gapoktan Sumber Makmur antara lain terkait pendampingan dalam pemilihan varietas; pendampingan dalam pascapanen; Food Station sebagai off taker memberikan jaminan harga; memotong mata rantai pembelian gabah milik petani, sehingga petani bisa tetap sejahtera; serta kolaborasi ini dapat digunakan oleh petani untuk mendapatkan pembiayaan.

Prinsip saling menguntungkan inilah yang membuat pergerakan perekonomian di ibu kota juga ikut dirasakan sampai ke daerah-daerah. Kita ingin memastikan hadirnya kolaborasi yang berkeadilan bagi semua, yakni membuat masyarakat Jakarta mendapat beras berkualitas dengan harga terjangkau, dan yang paling penting petani di Cilacap merasakan peningkatan kesejahteraan.

Atas nama warga Jakarta kami berterima kasih dan mengapresiasi kerja bersama BUMD PT Food Station Tjipinang Jaya, Gapoktan Sumber Makmur, Kepala Perwakilan BI Purwokerto, Pak Bupati Tatto S. Pamuji serta jajaran Pemerintah Kabupaten Cilacap.

InsyaAllah kolaborasi ini bisa kita perluas di aspek-aspek lain. Karena kita semua menyadari bahwa kebersamaan, gotong royong itu adalah sifat dasar bangsa kita.

Sumber Fb : Anies Baswedan

Bupati Cilacap Tato Pamuji
Gubernur DKI Jakarta dan Bupati Cilacap
Panen Raya Padi di Cilacap
Panen Raya Padi di Cilacap

Kelompok Tani Gapoktan Cilacap

Panen Raya di Cilacap
Panen Raya di Majenang Cilacap

Baca juga : Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap

Menghitung Zakat Perdagangan Properti Dengan Mudah Difahami

Menghitung Zakat Perdagangan Properti Dengan Mudah Difahami

Menghitung Zakat Perdagangan Properti oleh ustd Muhammad Rosyid Aziz fouder Developer Property Syariah pusat. Zakat pada umumnya dikeluarkan pada bulan suci Ramadhan. Zakat yang berlaku untuk bisnis properti seperti jual beli rumah adalah zakat perniagaan.

MENGHITUNG ZAKAT PERDAGANGAN PROPERTI Oleh DPS

Menghitung Zakat Perdagangan Properti

Oleh : Developer Property Syariah

Bulan Ramadhan adalah saat yg tepat untuk mengeluarkan zakat atau sedekah, Termasuk salah satunya adalah zakat perdagangan dari bisnis properti (baik sebagai developer, broker, fliper ataupun investor)

Dari Samurah bin Jundab, ia berkata :
“Rasulullah SAW memerintahkan kepada kami, untuk mengambil zakat dari semua yang kami persiapkan untuk dijual.” (HR Abu Daud)

Harta perdagangan adalah sesuatu (selain uang) yang digunakan untuk menjalankan perdagangan, baik dengan pembelian ataupun penjualan, yang bertujuan memperoleh profit. Harta perdagangan meliputi semua barang yang bisa diperjualbelikan. Termasuk salah satunya tanah dan bangunan dalam bisnis properti.

Zakat perdagangan ini hukumnya wajib tanpa perselisihan sedikitpun dikalangan sahabat.

Ibnu Umar berkata,
“Tidak ada sehelai kertas maupun sehelai kain yang dimaksudkan untuk dijual, kecuali wajib dikeluarkan zakatnya.”

NISHAB (BATAS) ZAKAT PERDAGANGAN PROPERTY

Nishab zakat perdagangan adalah apabila telah mencapai nilai nishab emas (20 dinar) atau telah mencapai nishab perak (200 dirham), tergantung mana yang terlebih dahulu tercapainya. Dalam kontek kekinian, nishab perak adalah lebih cepat tercapai. Jika 1 dirham saat ini setara dengan Rp 72.000, maka nishab perak adalah 200 dirham x Rp. 72.000 = Rp. 14.400.000.

Artinya, seorang pebisnis yang memiliki barang dagangan senilai 14,4 juta dan telah mencapai haul (setahun) maka WAJIB HUKUMNYA mengeluarkan zakatnya sebesar 1/40 atau 2,5%-nya.

Cara Menghitung ZAKAT PROPERTY

Nah, sekarang mari kita hitung berapa kewajiban zakat bisnis property kita. Rasanya tidak ada developer property (baik yang jual kaplingan, rumah, ruko apalagi apartemen) yang nilai total dagangannya di bawah 14,4 juta rupiah ?

Berikut cara menghitung zakat perdagangan bisnis property : Sebelumnya, pastikan sudah masuk nishab dan sudah satu putaran (haul), Lalu lakukan penghitungan sebagai berikut :

  1. Berapa total uang saldo kas, baik tunai maupun yang di rekening ?
  2. Tambahkan dengan piutang yang jatuh tempo bulan ini. Piutang (seperti angsuran konsumen jika pakai skema cicilan langsung ke developer) yg memungkinkan tertagih.
  3. Tambahkan nilai barang dagangan (stok) kita. Jika berupa kapling, berapa nilainya. Jika berupa rumah, berapa harganya. Stok barang dagangan bisa dihitung dari HPP.
  4. Jumlahkan 1 + 2 + 3
  5. Lalu kurangi dengan hutang yang telah jatuh tempo bulan ini. Misalnya hutang ke pihak kontraktor, atau hutang komisi agen jika belum membayar, atau hutang ke pemilik lahan jika pakai skema bayar bertahap. Ingat, hutang yang dihitung adalah hutang yang sudah jatuh tempo bulan ini. Bukan hutang keseluruhan atau yang belum jatuh tempo.
  6. Lalu kalikan dengan 2,5%. Inilah zakat perdagangan atas usaha bisnis property kita.
  7. Keluarkan kepada mustahik yang berhak. Inilah kewajiban yang ditetapkan syariah atas usaha ini.

Semoga harta kita menjadi bersih. Dan semoga Allah SWT menjauhkan kita dari sifat bakhil, kikir, tamak, rakus dan serakah. Aamiin

Salam Berkah Berlimpah
Salam Hulu-Hilir-Halal

Developer Property Syariah
Real Project, Real Syariah

Sumber Fb ust Muhammad Rosyid Aziz

Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap, Dekat Cimanggu, Jawa Tengah

Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap, Dekat Cimanggu, Jawa Tengah

Kecamatan Majenang berada di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Majenang berada di ujung utara di Kabupaten Cilacap, dekat ke Kecamatan Cimanggu, Kecamatan Karangpucung, Kab Cilacap dan dekat ke Banjarsari, Jawa Barat.

Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap

Majenang adalah salah satu kecamatan di kabupaten Cilacap yang letaknya paling utara (Berjajar ke Barat bersama kecamatan Wanareja dan Dayeuh Luhur).

  1. Sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Brebes
  2. Sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Cimanggu
  3. DiSebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Cipari
  4. Dan sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Wanareja

Geografi Kota Majenang

Sebagian besar wilayah Majenang adalah pegunungan (hampir 60%) dan selebihnya dataran, mulai dari ketinggian sekitar 100 meter sampai 1200 meter di atas permukaan laut.

Tanahnya hampir semuanya subur, baik yang berupa pegunungan maupun dataran. Curah hujan sangat tinggi, pada musim penghujan hampir setiap hari hujan turun.

Ada 3 sungai yang cukup deras yaitu :

  • Sungai Cijalu
  • Sunge Cilopadang
  • Sungai Cileumeuh

Di kanan kiri sungai-sungai tersebut terdapat sawah-sawah dan ladang-ladang yang subur dan indah.

Hutannya masih sangat lebat berupa belantara dengan pohon hutan asli. Bukit-bukitnya sebagian besar terjal dengan kemiringan 25 derajat sampai 75 derajat. Mata air hampir ada dimana-mana, bahkan di musim kemarau tidak pernah kekurangan air.

Hasil hutan berupa kayu dan hasil kebun buah-buahan serta sayuran berlimpah. Sawah tersebar mulai dari dataran hingga perbukitan yang landai sehingga boleh dibilang surplus beras.

Alamnya dipenuhi panorama indah, sehingga banyak tempat yang bisa dijadikan objek wisata, seperti Objektif Wisata Alam Gunung Cijalu River bersama PARMA, mulai perbukitan yang hijau hingga air terjun yang sejuk. BANJIR dan kekeringan merupakan problem yang dialami tiap tahun

Di Perut Buminya ada Beberapa Jenis Tambang

  • Tambang Emas di desa Sadahayu (belum di eksplor)
  • Tambang batu alam di desa Cibeunying (Gunung Cungakan)
  • Pasir dan batu kali ada di sepanjang sungai Cijalu

Demografi Kecamatan Majenang

Majenang merupakan daerah “peralihan” Sunda-Jawa dalam arti bahwa di wilayah ini bahasa ibu yang mereka pakai terdiri dari Bahasa Sunda dan Bahasa Jawa

Namun Bahasa Sunda dan Bahasa Jawa boleh dibilang agak kasar dibanding Sunda di Jawa Barat atau Jawa di Jawa Tengah sebelah timur.

Lapangan Usaha

Berdasarkan lapangan usaha maka sektor Pertanian merupakan sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja, yaitu sebesar 32.864 atau 55,65 persen, diikuti sektor Jasa sebesar 9.930 atau 15,85 persen kemudian Perdagangan Rumah Makan dan Akomodasi sebesar 7.645 atau 12,71 persen, Industri Pengolahan menempati urutan ke empat dengan angka 2.791 atau 4,51 persen, urutan selanjutnya adalah sektor Angkutan dan komunikasi sebesar 1.975 atau 3,01 persen dan untuk sektor konstruksi atau bangunan sebesar1.648 atau 2,36 persen dan sisanya untuk sektor lainnya yang masih di bawah 10 persen

Baca Juga : Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Panen Padi di Majenang Cilacap

Nama Desa/kelurahan di Kecamatan Majenang
  • Bener
  • Boja
  • Cibeunying
  • Cilopadang
  • Jenang
  • Mulyadadi
  • Mulyasari
  • Padangjaya
  • Padangsari
  • Pahonjean
  • Pengadegan
  • Sadabumi
  • Sadahayu
  • Salebu
  • Sepatnunggal
  • Sindangsari
  • Ujungbarang
Sumber Fp : KOTA CILACAP
Migrasi Uang Fiat ke Dinar, Harapan, Ilusi atau Angan-Angan Utopia ?

Migrasi Uang Fiat ke Dinar, Harapan, Ilusi atau Angan-Angan Utopia ?

Migrasi Uang Fiat ke Dinar yang kian marak di masyarakat akhir akhir ini dengan adanya pasar muamalah membuat pemerintah melalui Bank Indonesia (BI) mengeluarkan semacam ancaman hukuman jika “mengganti” mata uang rupiah dengan dirham sebagai alat transaksi.

Migrasi Uang Fiat ke Dinar,
Harapan, Ilusi atau angan-angan Utopia ?

Migrasi Uang Fiat ke Dinar
Dinar

oleh Ahmad Bahardi

Sudah puluhan tahun marak para aktivis Anti Riba mengkampanyekan Dinar sebagai pengganti Uang Kartal. Dipelopori Amerika melalui Presiden Nixon 1973 , uang Dollar tidak lagi di backup oleh Emas tapi menggunakan sistem Floating Exchange Rate. Sistem ini membiarkan valuasi Uang ditentukan oleh Pasar. Kebijakan Nixon ini ditiru oleh hampir semua negara maju. Sekarang secara De Facto, sistem Floating Exchange Rate dipakai oleh semua negara dalam mata Uang Fiat mereka.

Sistem Floating Exchange Rate berdampak fluktuasi nilai mata Uang Fiat. Bukan hanya terhadap mata uang fiat asing juga terhadap barang dan jasa. Terhadap mata uang fiat asing nilainya bisa dilihat melalui nilai Kurs, sementara untuk barang dan jasa dilihat fluktuasi nilainya melalui parameter Inflasi. Untuk Lembaga Finance menggunakan BI Rate yang parameter utamanya Inflasi ditambah Makro Ekonomi lain dan Kebijakan Moneter Negara.

Untuk domestik karena nilai uang dipengaruhi inflasi maka setiap utang piutang bisa dinilai adil jika dimasukkan faktor inflasi. Misal si A minjam uang 15 juta tahun 1994, jika dia mengembalikan tahun 2020 sebesar 15 juta maka itu sama sekali tidak adil karena harga 15 juta tahun 1994 bisa membeli Toyota Kijang Gress atau Rumah di kompleks menengah type 45/120. Di tahun 2020 jangankan beli Mobil Kijang, motor saja tidak dapat. Rumah Type 45/120 jangankan dibeli, untuk sewa setahun saja tidak cukup.

Kalau ditambahkan inflasi maka si A ini harus mengembalikan uang sekitar 300 jutaan baru adil. Faktor floating rate asal muasal dari adanya Intereat rate (bunga). Inflasi/BI Rate salah satu komponen utama dari Bunga. Karena BI Rate naik turun, bunga dari pinjaman Lembaga Financial puh naik turun.

Ribawi

Dihubungkan dengan Fiqih, seperti kita ketahui barang ribawi menurut Islam adalah Emas, Perak, Makanan Pokok (Gandum, Jejawut, Kurma),dan Garam. Beberapa ulama menganggap Uang Fiat bukan barang ribawi karena sudah tidak dibackup Emas dan sifatnya jauh berbeda dengan Emas. Emas cenderung nilainya tetap sementara Uang Fiat valuasinya terus menurun tergerus Inflasi. Sebagian ulama lain, bahkan mayoritas tetap menganggap Uang Fiat sebagai barang ribawi karena bisa dikiaskan dengan emas sebagai alat pembayaran.

Karena Uang Fiat dianggap barang Ribawi maka pembayaran kelebihan uang masuk kedalam Riba. Ini dilema, nilai uang terus menurun karena inflasi tetapi mengembalikan uang dengan tambahan agar tidak dirugikan inflasi dihukumi Haram Riba. Para pelaku pasar muslim dalam Pinjam Meminjam terpaksa berakrobat mensiasati dengan prinsip akad jual beli, sewa menyewa, kerjasama dll. Walaupun begitu sebagian aktivis Anti Riba merasa itu adalah akal-akalan. Selama masalah utamanya yaitu Uang Fiat tidak diganti Dinar, maka semua transaksi keuangan adalah Riba yang ditutupi dengan topeng. Semua orang terkena dosa atau minimal terkena hukum darurat selama menggunakan uang Fiat.

Walaupun saya tidak setuju, tapi saya tidak akan membahas lebih jauh klaim seperti itu dalam tulisan ini.

Dinar Dirham

Nah berikut strategi seharusnya Migrasi Uang Fiat ke Dinar yang benar menurut saya pribadi sebagai Profesional Sektor Finance . Dan apakah tindakan aktivis Anti Riba pro Dinar ini sistematis atau justru kontra produktif.

1. Kuasai Executive dan Legislative. Langkah ini penting karena hanya mereka lembaga resmi yang menentukan alat pembayaran sah di suatu negara. Tanpa endorsement dari mereka sulit memasyarakatkan Dinar/Dirham sebagai alat pembayaran. Di Indonesia malah ada ancaman hukum jika menggunakan mata uang lain selain Rupiah dalam pembayaran.

Ini tantangan berat karena untuk berkuasa harus melalui jalur Demokrasi. Islamis yang ikut demokrasi malah diserang darimana-mana. Dianggap jual agama oleh Kaum Liberal, dihukum mengikuti sistem Thagut oleh Kelompok Jihadi, dan dicap Khawarij karena dianggap bertanding melawan penguasa oleh kelompok Salafi.

2. Kuasai sektor Finance dan Moneter seperti Bank Sentral, Bank-Bank Komersial Utama, Pasar Modal, Lembaga Pengawas OJK, Kementrian Keuangan dan Kementrian Ekonomi lain.

Di tangan merekalah arah kebijakan financial , fiskal, dan moneter ditentukan. Jika hanya memperhitungkan untung rugi kebijakan penggantian Dinar tidak menguntungkan malah dalam proses transisi akan mengakibatkan guncangan ekonomi. Maka penerapan Dinar tidak bisa dilakukan mendadak segera tapi membutuhkan road map jangka panjang. Dibutuhkan nafas yang panjang dan konsistensi. Karena itu ummat Islam mutlak harus menguasai sektor Finansial.

Kenyataannya lebih berat lagi. Propaganda anti Riba tak terarah membuat ramai-ramai para aktivis Islam meninggalkan Sektor Financial. Lebih senang jualan cilok atau herbal karena lebih tenang tidak dicaci maki sebagai pendosa yg setara berzina dengan ibu kandung. Kalau ditinggalkan siapa yang mengisi pos strategis itu ? Pasti orang lain. Nah apa mereka mau dibawa Migrasi ke Dinar.

3. Menguasai Ekonomi Negara yang kuat dan Teruji.

Ibarat sedang menaiki kendaraan di kecepatan tinggi jika ingin berbelok maka laju kendaraan harus melambat atau malah berhenti dulu jika belokannya sangat tajam. Begitu pula dengan ekonomi. Rencana Pemotongan 3 angka nol di mata uang Rupiah saja peristiwa besar apalagi pergantian Uang Fiat ke Dinar. Pasti ada perlambatan atau goncangan ekonomi. Baru niat saja, nilai rupiah pasti anjlok duluan padahal Dinar belum berlaku. Belum lagi kerumitan mengganti sistem teknologi moneter, jaringan, supply emas harus siap sedia.

Karena itu ekonomi kuat dan dukungan pasar sangat mutlak. Kalau tidak ekonomi keburu hancur duluan bahkan sebelum masa peralihan dimulai.

Kondisi ekonomi negara saat ini bahkan beberapa puluh tahun kemudian sangat tidak memungkinkan. Selain ekonomi kita yang lemah dengan hutang menumpuk, penguasaan ekonomi pun menghawatirkan. Coba lihat Perusahan-perusahan besar penguasa hajat hidup orang banyak. Coba lihat daftar orang-orng terkaya di Indonesia. Sangat sedikit muslim apalagi yang mendukung migrasi ke Dinar bisa dibilang tidak ada.

4. Militer yang Kuat

Selain ekonomi , militer pun sangat penting. Beberapa negara besar sudah menikmati mata uangnya sebagai mata uang acuan. Tidak akan tinggal diam dan akan intervensi jika ada mata uang negara lain yang mendominasi. China saja yang sangat kuat secara ekonomi dan militer masih berhati-mati dalam menjadikan mata uang Yuan sebagai salah satu mata uang utama dunia.

Nah dari keempat strategi ini tidak ada satupun yang dikerjakan serius oleh para aktivis anti riba pendukung Dinar. Alih-alih malah tindakannya justru mendegradasi. Sudah hampir setengah abad masih dalam tahap propaganda. Paling banter mengadakan bazar skala terbatas. Bahkan dalam penyetaraan standard pun masih jauh. Masing-masing wakala punya format dan standard sendiri. Akibatnya Dinar hanya dipakai sebagai barang investasi itupun peminatnya terus menurun tergerus produk emas inovative lainnya seperti minigold, logam mulia, dll.

Kesimpulan pribadi saya untuk saat ini kampanye Dinar masih sebatas Ilusi dan angan-angan Utopia. Para penggiatnya seperti tidak ada niat serius. Seolah-olah hanya ingin meramaikan agar Wakala miliknya laku. Melihat di forum-forum mereka, malah agitasinya justru menyerang aktivis ekonomi syariah.

Kalimantan Paru Paru Dunia Yang “Terkena Corona”

Kalimantan Paru Paru Dunia Yang “Terkena Corona”

Kalimantan paru paru dunia yang dahulu disematkan kepada Kalimantan Indonesia karena Hutan nya yang terjaga keaslian nya. Namun saat ini sudah banyak hutan yang dibabad untuk membuka perkebunan Kelapa sawit, pertambangan dll oleh para pengusaha.

Green Peace atau para pecinta lingkungan hidup sudah lama mengingatkan akan bahayanya penggundulan atau pembabatan hutan dengan sekala besar besaran dengan alasan investasi dll.

Kalimantan PARU-PARU DUNIA YANG “TERKENA CORONA”

Pulau Kalimantan Paru Paru Dunia
Banjir Kalimantan awal tahun 2021

Dulu, para ilmuan dunia berkata bahwa paru-paru dunia itu ada di Indonesia. Hutan Indonesia kabarnya mengalahkan rimbanya amazon di amerika selatan.

Para aktivis lingkungan sudah dari dulu berteriak untuk jaga dan lindungi hutan. Karena dari hutan lah semuanya akan terselamatkan.

Dulu banyak yang menertawakan para aktivis lingkungan. Menganggap mereka terlalu mengkhawatirkan keadaan. Ratusan juta hektare hutan tidak akan rusak apabila hanya 10% yang dimanfaatkan untuk membantu perekonimian rakyat dengan membuka lahan perkebunan.

Sayangnya, sekali membuka maka akan terus membabat ke dalam.

Ilustrasinya sama dengan memecah uang 100 ribuan. Sekali terpecah uang itu, maka ia akan terus tergerus hingga tidak ada lagi tersisa ditangan.

Hampir separuh kehilangan hutan nasional pada 2015 terjadi di Kalimantan, yaitu mencapai 323.000 hektar (798.000 acre). Studi terkini menunjukkan bahwa perluasan lahan perkebunan kelapa sawit banyak terjadi di Kalimantan sejak tahun 2005, dan sebagian besar perluasan tersebut dilakukan dengan mengorbankan wilayah berhutan.

Green peace sendiri mengungkapkan, bahwa selama 50 tahun separuh hutan hujan di kalimantan selatan telah hilang dan berganti lahan perkebunan dan pertambangan.

Hutan Pulau Kalimantan Sebagai Paru Paru Dunia

Kalimantan Selatan ada 11 kabupaten. Dan musibah banjir yang terjadi saat ini, merendam semua kabupaten dan menimbulkan korban jiwa. Bagi masyarakat Kalsel, ini merupakan sejarah bagaimana provinsi mereka bisa rata merasakan banjir pada waktu bersamaan.

Saya sendiri beberapa hari jadi bengong, kok bisa kalimantan bisa terendam banjir sampai dahsyat begitu? Bukankah disana paru-parunya dunia?

Hujannya biasa, terkadang lebat dengan curah yang tinggi. Namun menjadi luar biasa saat tidak ada yang bisa menampung mereka. Ibarat menetes di permukaan tembok, air langsung meluncur ke permukaan rendah dimana permukaan itu tempatnya masyarakat bermukim. Tidak ada lagi air yang terserap dan menjadi cadangan, tidak ada lagi pepohonan yang merangkul air untuk bercengkrama.

Air hujan yang turun sepi mencari rekan yang dulu menyapa gembira kala mereka datang. Tidak ada lagi teman yang dulu mengulurkan tangan pada mereka, hingga akhirnya mereka menjadi lawan masyarakat yang bermukim di bawah. Menyapu mereka dengan tatapan sedih karena harta benda yang tersapu bencana.

Hujan itu mengejutkan, mereka ingin sekali jatuh di atas dedaunan. Mereka rindu untuk menyambut akar di kedalaman bumi. Mereka ingin sekali memeluk batang pohon yang kuat dan lebat. Sekarang, mereka jatuh ke tanah kosong yang angkuh. Tanahnya sepertinya mendorong mereka menjauh dan mengalir ke tempat lain.

Kontras…

Sebuah pulau yang terkenal karena hijaunya, kini malah berselimut genangan air yang dingin. Jika Kalimantan bisa terendam, jangan kaget apabila esok kita mendengar Papua pun akan mengalami hal serupa.

Karena hutan Papua, telah mengalami apa yang terjadi pada hutan Kalimantan. Sedikit demi sedikit berubah menjadi perkebunan. Memenuhi nafsu para oligarki, demi mengeruk keuntungan sepihak.

Sekarang kita paham, mengapa aktivis lingkungan begitu peduli. Berpuluh tahun mereka sudah berkata dan meminta perhatian..

“Lindungi hutan, Jaga hutan..untuk anak dan cucu kita”

Saat kita tersadar, semuanya sudah terlambat.

Paru-paru dunia itu seperti mengikuti trend saat ini, ikut terjangkit corona dan tidak mampu mengobati diri.

# Pray4KalSel

Sumber FB : Setiawan Budi