Cara Sederhana Perawatan Pohon Kurma Untuk Pemula Agar Subur

Cara Sederhana Perawatan Pohon Kurma Untuk Pemula Agar Subur

Cara mudah perawatan pohon kurma untuk pemula agar pohon kurma tumbuh subur dengan penyiraman, pemupukan. Menanam Kurma saat ini banyak diminati oleh banyak orang di berbagai daerah di Indonesia.

Banyak pohon kurma yang sudah terbukti berbuah lebat, manis, besar di banyak wilayah di Indonesia, seperti NTB ada Kurma Ukhuwah Datu Date Palm, Kebun Kurma Pandeglang dll

Perawatan Sederhana Pohon Kurma

Cara Perawatan Kurma

Banyak pekebun pemula atau  awal yg masih bingung dengan SOP perawatan sederhana pohon kurma di lapangan, baik pemupukan dan pengairan.

PENGAIRAN
Selama 1 bulan pertama tanam dilahan, sirami 3 hari sekali dengan debit 5-20 liter/pohon. Alangkah baiknya campur dengan B-1 sebagai anti stress dan ZPT penumbuh akar. Biasanya ketika saat dipindahkan, ada akar kurma yang terpotong atau tanaman stres jadinya.

Ketika pohon mulai nyaman tumbuh setelah 40 hari, sirami 7-10 hari sekali dengan debit 20-50 liter/pohon, sampai tergenang.

Jika saat musim hujan, hentikan penyiraman air atau gunakan metode menggali pada sekitar pohon diameter selebar kanopi pelepah, hal ini berguna untuk menampung air hujan menjaga kelembaban tanah, gali dengan kedalaman sekitar 15-30 cm.

Tapi ingat air hujan tidak boleh menggenang terlalu lama lebih dari 2-3 hari karena ini akan menjadi sumber penyakit, iklim Indonesia yang tropis menjadikan kelembaban tanah menjadi tinggi, hingga jamur dan virus mudah sekali berkembang.

Nah, untuk mengecek kelembaban tanah, anda bisa gunakan teknik sederhana, yaitu tanah bekas galian bisa anda cek dengan tangan Anda.

Jika tanah masih menggumpal, maka kelembapan masih terjaga. Tetapi jika tanah tidak menggumpal menunjukkan bahwa kelembaban tanah kurang.

PENGENDALIAN HAMA dan OPT

Tanaman kurma di iklim tropis dengan kelembaban tinggi rentan terkena jamur dan virus yg menyerang daun seperti Graphiola/jamur daun, Karat Daun/antranoksa dan cekospora serta serangan hama seperti kumbang janur, kumbang badak dan  kumbang sagu/RedWevil.

Untuk Jamur dan Virus lakukan pencegahan dengan penyemprotan fungisida, baik organik maupun non organik sebulan sekali untuk pencegahan. Untuk serangan hama juga bisa melakukan penyemprotan  insektisida sebulan sekali untuk pencegahan. Kenali dan pelajari potensi hama di lingkungan setempat anda berkebun.

Pemupukan Pohon Kurma

Selama 2-3 tahun pertama, Fase Vegetatif lakukan pemupukan berupa kompos dan pupuk kandang yang terfermentasi dalam 3 bulan sekali. Untuk mempercepat proses pengomposan media lakukan fermentasi dan gunakan pupuk kotoran ayam dalam waktu 3-4 bulan sekali, dosis 5-10 kg/tanaman usia dibawah 2 tahun, diatas 2 tahun 20-30 kg/tanaman.

Bisa juga kocor dengan  POC utk menambah Mikroba baik dalam tanah dan meningkatkan nilai KTK tanah.

Pupuk kimia  fase vegetatif digunakan hanya 3-10 persennya saja, kadang unsur-unsur mikro susah kita dapatkan dari pupuk organik. 90 persennya/sebagian besar sebaiknya gunakan pupuk kandang ayam atau pupuk kandang kambing yang sudah fermentasi/matang.

Adapun penggunaan pupuk kimia sesuaikan umur dan fase vegetatif tanaman usia 0-36 bulan adalah fase vegetatif, gunakan pupuk dengan kadar N tinggi , dosisnya 250-500 gram/tanaman usia dibawah 3 tahun, jika direntang usia tersebut keluar bunga itu adalah bunga Pasir atau PHP (pemberi harapan petani) sebaiknya dikastrasi atau dipotong bunga pertama.

Untuk tuntaskan vegetatif besarkan batang minimal diamater 50 cm (usia 36-40 bulan). Jika tidak dilakukan karena eouforia dibuahkan, maka tahun depan biasanya pohon ngambek berbunga

Buah Kurma

Usia 40 bulan dilahan sudah mulai masuk fase Generatip, lakukan pemupukan dengan kompos kandungan P dan K tinggi tiga bulan sekali dan pupuk kimia dengan andungan P dan K tinggi sebulan sekali dan lakukan stressing air 2 minggu sekali.

Anda bisa menambahkan POC  baik disemprot atau dikocor untuk pembungaan dan pembuahan, untuk penyiraman dua minggu sekali dengan cara genang dipiringan tajuk daun dengan debit 100-200 liter/pohon

Mari bertani dan berkebun dengan Hati, Jangan berlebihan menggunakan pupuk kimia…..pupuk kimia tetap dibutuhkan namun sesuaikan dosis dan tepat pengapliaksinya. 5-10% dari berat tanaman. Jaga dan lestarikan bumi….untuk pertanian yang berkelanjutan dan menjaga warisan untuk anak cucu kita.

Sumber dari group Fb : KURMA APKI ( Asosiasi Petani Kurma Indonesia)

Penulis : Bibit Kurma Kultur Jaringan