Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap, Dekat Cimanggu, Jawa Tengah

Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap, Dekat Cimanggu, Jawa Tengah

Kecamatan Majenang berada di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Majenang berada di ujung utara di Kabupaten Cilacap, dekat ke Kecamatan Cimanggu, Kecamatan Karangpucung, Kab Cilacap dan dekat ke Banjarsari, Jawa Barat.

Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap

Majenang adalah salah satu kecamatan di kabupaten Cilacap yang letaknya paling utara (Berjajar ke Barat bersama kecamatan Wanareja dan Dayeuh Luhur).

  1. Sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Brebes
  2. Sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Cimanggu
  3. DiSebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Cipari
  4. Dan sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Wanareja

Geografi Kota Majenang

Sebagian besar wilayah Majenang adalah pegunungan (hampir 60%) dan selebihnya dataran, mulai dari ketinggian sekitar 100 meter sampai 1200 meter di atas permukaan laut.

Tanahnya hampir semuanya subur, baik yang berupa pegunungan maupun dataran. Curah hujan sangat tinggi, pada musim penghujan hampir setiap hari hujan turun.

Ada 3 sungai yang cukup deras yaitu :

  • Sungai Cijalu
  • Sunge Cilopadang
  • Sungai Cileumeuh

Di kanan kiri sungai-sungai tersebut terdapat sawah-sawah dan ladang-ladang yang subur dan indah.

Hutannya masih sangat lebat berupa belantara dengan pohon hutan asli. Bukit-bukitnya sebagian besar terjal dengan kemiringan 25 derajat sampai 75 derajat. Mata air hampir ada dimana-mana, bahkan di musim kemarau tidak pernah kekurangan air.

Hasil hutan berupa kayu dan hasil kebun buah-buahan serta sayuran berlimpah. Sawah tersebar mulai dari dataran hingga perbukitan yang landai sehingga boleh dibilang surplus beras.

Alamnya dipenuhi panorama indah, sehingga banyak tempat yang bisa dijadikan objek wisata, seperti Objektif Wisata Alam Gunung Cijalu River bersama PARMA, mulai perbukitan yang hijau hingga air terjun yang sejuk. BANJIR dan kekeringan merupakan problem yang dialami tiap tahun

Di Perut Buminya ada Beberapa Jenis Tambang

  • Tambang Emas di desa Sadahayu (belum di eksplor)
  • Tambang batu alam di desa Cibeunying (Gunung Cungakan)
  • Pasir dan batu kali ada di sepanjang sungai Cijalu

Demografi Kecamatan Majenang

Majenang merupakan daerah “peralihan” Sunda-Jawa dalam arti bahwa di wilayah ini bahasa ibu yang mereka pakai terdiri dari Bahasa Sunda dan Bahasa Jawa

Namun Bahasa Sunda dan Bahasa Jawa boleh dibilang agak kasar dibanding Sunda di Jawa Barat atau Jawa di Jawa Tengah sebelah timur.

Lapangan Usaha

Berdasarkan lapangan usaha maka sektor Pertanian merupakan sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja, yaitu sebesar 32.864 atau 55,65 persen, diikuti sektor Jasa sebesar 9.930 atau 15,85 persen kemudian Perdagangan Rumah Makan dan Akomodasi sebesar 7.645 atau 12,71 persen, Industri Pengolahan menempati urutan ke empat dengan angka 2.791 atau 4,51 persen, urutan selanjutnya adalah sektor Angkutan dan komunikasi sebesar 1.975 atau 3,01 persen dan untuk sektor konstruksi atau bangunan sebesar1.648 atau 2,36 persen dan sisanya untuk sektor lainnya yang masih di bawah 10 persen

Nama Desa/kelurahan di Kecamatan Majenang
  • Bener
  • Boja
  • Cibeunying
  • Cilopadang
  • Jenang
  • Mulyadadi
  • Mulyasari
  • Padangjaya
  • Padangsari
  • Pahonjean
  • Pengadegan
  • Sadabumi
  • Sadahayu
  • Salebu
  • Sepatnunggal
  • Sindangsari
  • Ujungbarang
Sumber Fp : KOTA CILACAP
Migrasi Uang Fiat ke Dinar, Harapan, Ilusi atau Angan-Angan Utopia ?

Migrasi Uang Fiat ke Dinar, Harapan, Ilusi atau Angan-Angan Utopia ?

Migrasi Uang Fiat ke Dinar yang kian marak di masyarakat akhir akhir ini dengan adanya pasar muamalah membuat pemerintah melalui Bank Indonesia (BI) mengeluarkan semacam ancaman hukuman jika “mengganti” mata uang rupiah dengan dirham sebagai alat transaksi.

Migrasi Uang Fiat ke Dinar,
Harapan, Ilusi atau angan-angan Utopia ?

Migrasi Uang Fiat ke Dinar
Dinar

oleh Ahmad Bahardi

Sudah puluhan tahun marak para aktivis Anti Riba mengkampanyekan Dinar sebagai pengganti Uang Kartal. Dipelopori Amerika melalui Presiden Nixon 1973 , uang Dollar tidak lagi di backup oleh Emas tapi menggunakan sistem Floating Exchange Rate. Sistem ini membiarkan valuasi Uang ditentukan oleh Pasar. Kebijakan Nixon ini ditiru oleh hampir semua negara maju. Sekarang secara De Facto, sistem Floating Exchange Rate dipakai oleh semua negara dalam mata Uang Fiat mereka.

Sistem Floating Exchange Rate berdampak fluktuasi nilai mata Uang Fiat. Bukan hanya terhadap mata uang fiat asing juga terhadap barang dan jasa. Terhadap mata uang fiat asing nilainya bisa dilihat melalui nilai Kurs, sementara untuk barang dan jasa dilihat fluktuasi nilainya melalui parameter Inflasi. Untuk Lembaga Finance menggunakan BI Rate yang parameter utamanya Inflasi ditambah Makro Ekonomi lain dan Kebijakan Moneter Negara.

Untuk domestik karena nilai uang dipengaruhi inflasi maka setiap utang piutang bisa dinilai adil jika dimasukkan faktor inflasi. Misal si A minjam uang 15 juta tahun 1994, jika dia mengembalikan tahun 2020 sebesar 15 juta maka itu sama sekali tidak adil karena harga 15 juta tahun 1994 bisa membeli Toyota Kijang Gress atau Rumah di kompleks menengah type 45/120. Di tahun 2020 jangankan beli Mobil Kijang, motor saja tidak dapat. Rumah Type 45/120 jangankan dibeli, untuk sewa setahun saja tidak cukup.

Kalau ditambahkan inflasi maka si A ini harus mengembalikan uang sekitar 300 jutaan baru adil. Faktor floating rate asal muasal dari adanya Intereat rate (bunga). Inflasi/BI Rate salah satu komponen utama dari Bunga. Karena BI Rate naik turun, bunga dari pinjaman Lembaga Financial puh naik turun.

Ribawi

Dihubungkan dengan Fiqih, seperti kita ketahui barang ribawi menurut Islam adalah Emas, Perak, Makanan Pokok (Gandum, Jejawut, Kurma),dan Garam. Beberapa ulama menganggap Uang Fiat bukan barang ribawi karena sudah tidak dibackup Emas dan sifatnya jauh berbeda dengan Emas. Emas cenderung nilainya tetap sementara Uang Fiat valuasinya terus menurun tergerus Inflasi. Sebagian ulama lain, bahkan mayoritas tetap menganggap Uang Fiat sebagai barang ribawi karena bisa dikiaskan dengan emas sebagai alat pembayaran.

Karena Uang Fiat dianggap barang Ribawi maka pembayaran kelebihan uang masuk kedalam Riba. Ini dilema, nilai uang terus menurun karena inflasi tetapi mengembalikan uang dengan tambahan agar tidak dirugikan inflasi dihukumi Haram Riba. Para pelaku pasar muslim dalam Pinjam Meminjam terpaksa berakrobat mensiasati dengan prinsip akad jual beli, sewa menyewa, kerjasama dll. Walaupun begitu sebagian aktivis Anti Riba merasa itu adalah akal-akalan. Selama masalah utamanya yaitu Uang Fiat tidak diganti Dinar, maka semua transaksi keuangan adalah Riba yang ditutupi dengan topeng. Semua orang terkena dosa atau minimal terkena hukum darurat selama menggunakan uang Fiat.

Walaupun saya tidak setuju, tapi saya tidak akan membahas lebih jauh klaim seperti itu dalam tulisan ini.

Dinar Dirham

Nah berikut strategi seharusnya Migrasi Uang Fiat ke Dinar yang benar menurut saya pribadi sebagai Profesional Sektor Finance . Dan apakah tindakan aktivis Anti Riba pro Dinar ini sistematis atau justru kontra produktif.

1. Kuasai Executive dan Legislative. Langkah ini penting karena hanya mereka lembaga resmi yang menentukan alat pembayaran sah di suatu negara. Tanpa endorsement dari mereka sulit memasyarakatkan Dinar/Dirham sebagai alat pembayaran. Di Indonesia malah ada ancaman hukum jika menggunakan mata uang lain selain Rupiah dalam pembayaran.

Ini tantangan berat karena untuk berkuasa harus melalui jalur Demokrasi. Islamis yang ikut demokrasi malah diserang darimana-mana. Dianggap jual agama oleh Kaum Liberal, dihukum mengikuti sistem Thagut oleh Kelompok Jihadi, dan dicap Khawarij karena dianggap bertanding melawan penguasa oleh kelompok Salafi.

2. Kuasai sektor Finance dan Moneter seperti Bank Sentral, Bank-Bank Komersial Utama, Pasar Modal, Lembaga Pengawas OJK, Kementrian Keuangan dan Kementrian Ekonomi lain.

Di tangan merekalah arah kebijakan financial , fiskal, dan moneter ditentukan. Jika hanya memperhitungkan untung rugi kebijakan penggantian Dinar tidak menguntungkan malah dalam proses transisi akan mengakibatkan guncangan ekonomi. Maka penerapan Dinar tidak bisa dilakukan mendadak segera tapi membutuhkan road map jangka panjang. Dibutuhkan nafas yang panjang dan konsistensi. Karena itu ummat Islam mutlak harus menguasai sektor Finansial.

Kenyataannya lebih berat lagi. Propaganda anti Riba tak terarah membuat ramai-ramai para aktivis Islam meninggalkan Sektor Financial. Lebih senang jualan cilok atau herbal karena lebih tenang tidak dicaci maki sebagai pendosa yg setara berzina dengan ibu kandung. Kalau ditinggalkan siapa yang mengisi pos strategis itu ? Pasti orang lain. Nah apa mereka mau dibawa Migrasi ke Dinar.

3. Menguasai Ekonomi Negara yang kuat dan Teruji.

Ibarat sedang menaiki kendaraan di kecepatan tinggi jika ingin berbelok maka laju kendaraan harus melambat atau malah berhenti dulu jika belokannya sangat tajam. Begitu pula dengan ekonomi. Rencana Pemotongan 3 angka nol di mata uang Rupiah saja peristiwa besar apalagi pergantian Uang Fiat ke Dinar. Pasti ada perlambatan atau goncangan ekonomi. Baru niat saja, nilai rupiah pasti anjlok duluan padahal Dinar belum berlaku. Belum lagi kerumitan mengganti sistem teknologi moneter, jaringan, supply emas harus siap sedia.

Karena itu ekonomi kuat dan dukungan pasar sangat mutlak. Kalau tidak ekonomi keburu hancur duluan bahkan sebelum masa peralihan dimulai.

Kondisi ekonomi negara saat ini bahkan beberapa puluh tahun kemudian sangat tidak memungkinkan. Selain ekonomi kita yang lemah dengan hutang menumpuk, penguasaan ekonomi pun menghawatirkan. Coba lihat Perusahan-perusahan besar penguasa hajat hidup orang banyak. Coba lihat daftar orang-orng terkaya di Indonesia. Sangat sedikit muslim apalagi yang mendukung migrasi ke Dinar bisa dibilang tidak ada.

4. Militer yang Kuat

Selain ekonomi , militer pun sangat penting. Beberapa negara besar sudah menikmati mata uangnya sebagai mata uang acuan. Tidak akan tinggal diam dan akan intervensi jika ada mata uang negara lain yang mendominasi. China saja yang sangat kuat secara ekonomi dan militer masih berhati-mati dalam menjadikan mata uang Yuan sebagai salah satu mata uang utama dunia.

Nah dari keempat strategi ini tidak ada satupun yang dikerjakan serius oleh para aktivis anti riba pendukung Dinar. Alih-alih malah tindakannya justru mendegradasi. Sudah hampir setengah abad masih dalam tahap propaganda. Paling banter mengadakan bazar skala terbatas. Bahkan dalam penyetaraan standard pun masih jauh. Masing-masing wakala punya format dan standard sendiri. Akibatnya Dinar hanya dipakai sebagai barang investasi itupun peminatnya terus menurun tergerus produk emas inovative lainnya seperti minigold, logam mulia, dll.

Kesimpulan pribadi saya untuk saat ini kampanye Dinar masih sebatas Ilusi dan angan-angan Utopia. Para penggiatnya seperti tidak ada niat serius. Seolah-olah hanya ingin meramaikan agar Wakala miliknya laku. Melihat di forum-forum mereka, malah agitasinya justru menyerang aktivis ekonomi syariah.

Kalimantan Paru Paru Dunia Yang “Terkena Corona”

Kalimantan Paru Paru Dunia Yang “Terkena Corona”

Kalimantan paru paru dunia yang dahulu disematkan kepada Kalimantan Indonesia karena Hutan nya yang terjaga keaslian nya. Namun saat ini sudah banyak hutan yang dibabad untuk membuka perkebunan Kelapa sawit, pertambangan dll oleh para pengusaha.

Green Peace atau para pecinta lingkungan hidup sudah lama mengingatkan akan bahayanya penggundulan atau pembabatan hutan dengan sekala besar besaran dengan alasan investasi dll.

Kalimantan PARU-PARU DUNIA YANG “TERKENA CORONA”

Pulau Kalimantan Paru Paru Dunia
Banjir Kalimantan awal tahun 2021

Dulu, para ilmuan dunia berkata bahwa paru-paru dunia itu ada di Indonesia. Hutan Indonesia kabarnya mengalahkan rimbanya amazon di amerika selatan.

Para aktivis lingkungan sudah dari dulu berteriak untuk jaga dan lindungi hutan. Karena dari hutan lah semuanya akan terselamatkan.

Dulu banyak yang menertawakan para aktivis lingkungan. Menganggap mereka terlalu mengkhawatirkan keadaan. Ratusan juta hektare hutan tidak akan rusak apabila hanya 10% yang dimanfaatkan untuk membantu perekonimian rakyat dengan membuka lahan perkebunan.

Sayangnya, sekali membuka maka akan terus membabat ke dalam.

Ilustrasinya sama dengan memecah uang 100 ribuan. Sekali terpecah uang itu, maka ia akan terus tergerus hingga tidak ada lagi tersisa ditangan.

Hampir separuh kehilangan hutan nasional pada 2015 terjadi di Kalimantan, yaitu mencapai 323.000 hektar (798.000 acre). Studi terkini menunjukkan bahwa perluasan lahan perkebunan kelapa sawit banyak terjadi di Kalimantan sejak tahun 2005, dan sebagian besar perluasan tersebut dilakukan dengan mengorbankan wilayah berhutan.

Green peace sendiri mengungkapkan, bahwa selama 50 tahun separuh hutan hujan di kalimantan selatan telah hilang dan berganti lahan perkebunan dan pertambangan.

Hutan Pulau Kalimantan Sebagai Paru Paru Dunia

Kalimantan Selatan ada 11 kabupaten. Dan musibah banjir yang terjadi saat ini, merendam semua kabupaten dan menimbulkan korban jiwa. Bagi masyarakat Kalsel, ini merupakan sejarah bagaimana provinsi mereka bisa rata merasakan banjir pada waktu bersamaan.

Saya sendiri beberapa hari jadi bengong, kok bisa kalimantan bisa terendam banjir sampai dahsyat begitu? Bukankah disana paru-parunya dunia?

Hujannya biasa, terkadang lebat dengan curah yang tinggi. Namun menjadi luar biasa saat tidak ada yang bisa menampung mereka. Ibarat menetes di permukaan tembok, air langsung meluncur ke permukaan rendah dimana permukaan itu tempatnya masyarakat bermukim. Tidak ada lagi air yang terserap dan menjadi cadangan, tidak ada lagi pepohonan yang merangkul air untuk bercengkrama.

Air hujan yang turun sepi mencari rekan yang dulu menyapa gembira kala mereka datang. Tidak ada lagi teman yang dulu mengulurkan tangan pada mereka, hingga akhirnya mereka menjadi lawan masyarakat yang bermukim di bawah. Menyapu mereka dengan tatapan sedih karena harta benda yang tersapu bencana.

Hujan itu mengejutkan, mereka ingin sekali jatuh di atas dedaunan. Mereka rindu untuk menyambut akar di kedalaman bumi. Mereka ingin sekali memeluk batang pohon yang kuat dan lebat. Sekarang, mereka jatuh ke tanah kosong yang angkuh. Tanahnya sepertinya mendorong mereka menjauh dan mengalir ke tempat lain.

Kontras…

Sebuah pulau yang terkenal karena hijaunya, kini malah berselimut genangan air yang dingin. Jika Kalimantan bisa terendam, jangan kaget apabila esok kita mendengar Papua pun akan mengalami hal serupa.

Karena hutan Papua, telah mengalami apa yang terjadi pada hutan Kalimantan. Sedikit demi sedikit berubah menjadi perkebunan. Memenuhi nafsu para oligarki, demi mengeruk keuntungan sepihak.

Sekarang kita paham, mengapa aktivis lingkungan begitu peduli. Berpuluh tahun mereka sudah berkata dan meminta perhatian..

“Lindungi hutan, Jaga hutan..untuk anak dan cucu kita”

Saat kita tersadar, semuanya sudah terlambat.

Paru-paru dunia itu seperti mengikuti trend saat ini, ikut terjangkit corona dan tidak mampu mengobati diri.

# Pray4KalSel

Sumber FB : Setiawan Budi

Budidaya Porang atau Badul yang Bernilai Ekonomis Tinggi Untuk Expor

Budidaya Porang atau Badul yang Bernilai Ekonomis Tinggi Untuk Expor

Budidaya Porang atau Badul ahir ahir ini sangat marak di beberapa wilayah di Indonesia karena memiliki nilai Ekonomi tinggi, harga berpariasi hingga Rp 65000 ribu/kg. Porang atau Badul dengan mudah tumbuh liar di hutan atau kebun sebelum masyarakat mengetahui nilai ekonomis tinggi tersebut.

Tetapi saat ini sangat banyak masyarakat yang berlomba lomba mencarinya ke tengah hutan, lalu bibit nya dikembangkan ditanam di kebun milik masing masing hingga di polybag depan rumah.

Budidaya Porang atau Badul yang Bernilai Ekonomis Tinggi Untuk Expor

Budidaya Porang atau Badul
Panen Porang hasil budidaya

LAGI VIRAL NAMEN CONGLACCONG MENGUNTUNGKAN

PORANG adalah fenomena zaman.
Beratus ratus tahun Porang ada di bumi pertiwi ini. di pinggir jurang. di bawah rumpun bambu, di bawah pohon duku dan pepohonan yang rindang. di semak belukar , di hutan lebat, tanpa ada orang kita sudi menengok atau bisa memanfaatkan nya.

bahkan jadi gulma dan musuh bagi petani karena lebatnya daun porang yg mengalahkan tanaman sayur dll.
di cabut, di babat di buang ke jurang.

Tahun 1943, Jepang datang menjajah negri ini.
bukan untuk mencari rempah rempah seperti orang Eropa.
bukan mencari emas.

tetapi mencari porang atau badul atau konjak untuk memberi makan ratusan ribu pasukan yang sedang berperang di hampir seluruh daratan Asia. Korea, China dll.
Makanan utama mereka ( orang Jepang ) bukanlah beras atau gandum, tapi konjak atau porang.

tetapi proses pengolahan porang jadi makanan sangat dirahasiakan oleh mereka.
mengapa?

karena kalau sampai kita orang Indonesia tahu cara mengolah porang menjadi makanan, jadi beras Shiratake, jadi konyaku, jadi mie Porang. maka mereka khawatir nanti porang kita di konsumsi sendiri dan mereka tidak dapat lagi suplay porang untuk prajurit mereka di luar negri.

Porang Memiliki Nilai Ekonomi Tinggi

Bahan Baku Porang
Mie Shirataki bahan dasar Porang

Bahkan saat armada pengangkut porang mau lewat, yaitu porang yang di kumpulkan dari anak sekolah dan perangkat desa yang di wajibkan setor porang itu, mereka membunyikan alarm. Tujuanya agar rakyat pribumi berlindung atau ngumpet di rumah atau di goa goa yang dikira ada pertanda bahaya.

tujuannya agar rakyat tidak tahu bahwa meraka sedang konvoi ratusan truk pengangkut porang ke pelabuhan.

sehingga sampai saat ini nenek moyang kita tidak mewarisi kita cara pengolahan porang yg memang mereka tidak tahu.

Allah maha adil..
Jepang dan China sebagai pengkonsumsi porang belakangan ini kesulitan stok karena faktor alam dan pertambahan penduduk yang makin banyak butuh porang sangat banyak.
tahun 2014 kemarin datanglah mereka ke Indonesia untuk cari porang. karena memang sumber/pusat porsang dunia ada di Indonesia

pada dasarnya porang sudah di kirim ke sana sejak tahun 1962 oleh PT Ambico Pasuruhan dan PT Sanindo bandung
tapi kebutuhan di sana makin banyak.

maka wakil pemerintah mereka datang langsung untuk kerjasama atau MOU pembelian dan penanaman porang. awalnya dengan Perhutani madiun di saradan sana.
mulai saat itu porang berkembang makin pesat dan luasan lahan porang khususnya di Jatim (Madiun, Nganjuk, Ngawi, Bojonegoro) makin luas .

di tambah lagi tahun ini Badan Pangan Dunia FAO menyatakan dunia dalam keadaan darurat pangan.
dan Indonesia juga merasa perlu memperkuat ketahanan pangan . dan salah satunya adalah Porang yang merupakan substitusi yang ternyata 5 kali lebih baik dari beras. maka booming lah porang di negri ini.

Porang Sudah Menjadi Primadona

Budidaya Porang atau Badul
Porang di iris lalu dijemur

kebutuhan dunia yang sangat besar yang konon baru terpenuhi 5/10% saja dan potensi ratusan juta penduduk indonesia yang pada titik tertentu nanti akan berubah pola makannya dari padi akan berubah makan beras porang.

Hari ini memang baru para artis, para pejabat dan orang orang kaya saja yang makan beras porang karena harganya masih sangat tinggi yaitu sekitar Rp. 160.000 perkilo.
tapi saya optimis 5/10 tahun lagi warga biasa sudah akan ikut akan beras porang yang memang sangat baik bagi kesehatan.

Peluang ini terbaca oleh petani kita, oleh pengusaha kita. maka mulai tahun 2019 kemarin sudah mulai pada gila porang.

porang yang tadinya tanaman liar mulai jadi idola..
ratusan bahkan ribuan hektar lahan berubah jadi lahan porang.

potensi pendapatan porang yang sampai ratusan juta perhektar permusim membuat para pengusaha hang selama ini tidak melirik dunia pertanian mulai berebut peluang bertani porang.

Badul akan jadi pilihan utama dan insya Allah akan terus jadi primadona mengingat bahwa itu adalah kebutuhan pokok dan kebutuhan industri.

semoga hadirnya porang bisa membawa kemaslahatan bagi petani pedesaan dan petani pinggir hutan untuk menikmati hadirnya fenomena porang ini mengingat mereka lah yang ada lahan, ada waktu ada tenaga.

semoga bukan hanya para pemodal dan pengusaha yang kaya raya dari porang tapi yang utama adalah Petani Badulnya.

# Salam sukses petani Pengiat Porang Nusantara .
# salam kompak petani porang P3N.
“PETANI ADALAH RAJA”
(Ngakib Al’Ghozali Ketua Umum DPP P3N)

Sumber
https://www.facebook.com/oh-madura

Badul atau Porang
Porang atau Badul
Budidaya Porang di Polybag
Budidaya Porang di Polybag

Buah Porang

Hal Dasar Yang Wajib Diketahui Saat Melakukan Jeda Kalori Pada MKTM

Hal Dasar Yang Wajib Diketahui Saat Melakukan Jeda Kalori Pada MKTM

Jeda Kalori atau Jedi, Apa yang dimaksud dengan Jeda Kalori? Hal apa saja yang harus kita lakukan dan kita hindari? Selama masa JEDI atau Jeda Kalori, tubuh kita hanya boleh konsumsi air putih saja, TIDAK BOLEH makan atau minum yang lain, TITIK, gak pake koma, gak pake tapi tapian. Hanya air putih saja.

Hal Dasar Yang Wajib Diketahui Saat Melakukan Jeda Kalori

Untuk mendapatkan kesempurnaan dalam melakukan terapi MKTM, kita diwajibkan untuk ber JEDI atau Jeda Kalori selama beberapa jam dalam satu hari.

Jika melakukan Jedi 24 jam, maka selama 24 jam itu hanya boleh minum air putih saja.

Jika melakukan Jedi 48 jam, maka selama 48 jam itu hanya boleh minum air putih saja, dan seterusnya mengikuti jumlah jam yang anda inginkan untuk melakukan Jedi.

Jeda Kalori boleh dimulai dari jam berapa saja, boleh barengan dengan puasa sunnah ataupun puasa wajib, tinggal jam berahirnya Jedi menyesuaikan jam mulainya.

Bagi yang menyertakan Jedi pada puasa, maka Jedi mengikuti aturan puasa, yaitu :

  1. Sahur boleh hanya dengan minum air putih
  2. Berbuka  puasa agar puasanya dianggap sah, adalah harus dengan makan walau hanya sebutir kurma (tidak sah jika mengakhiri puasa dengan minum saja, kecuali super kepepet keadaan)

Mengapa Perlu Melakukan Jeda Kalori?

Pada prinsipnya, Jeda Kalori / Jedi minimal 24 jam sangat membantu bagian bagian tubuh untuk mengoptimalkan kinerjanya masing masing.

Sehingga dalam waktu sekitar 6 bulan akan banyak kemajuan pada diri orang yang melakukanya.

Tapi, Jeda kalori akan amat sangat sulit mendekati mustahil dilakukan oleh orang orang yang dalalam tubuh nya masih dikuasai aneka Patogen.

Rutinkan Makan Kelapa Tua Mentah

Jadi sebelum melakukan jeda kalori, pertama tama harus dibersihkan dulu aneka patogen dalam tubuhnya, bagi orang orang seperti itu caranya :

Rutinkan Makan Kelapa Tua Mentah (MKTM) setiap hari 1/4 butir kelapa per hari, lakukan selama minimal 1 bulan.

Amati buang gas kita

Kalau dalam satu bulan kentut nya masih sangat bau,berarti tubuhnya belum relatif bersih dari patogen.

Lanjutkan makan kelapa tua mentah nya sampai dengan kentutnya tidak bau lagi.

Setelah kentut nya tidak bau, barulah lanjutkan melakukan jeda kalori selama 24 jam.

atau yang terbaik mulai 30 jam sampai dengan 48 jam.

Mengapa Harus Minimal 24 Jam?

Setelah 24 jam tubuh manusia tidak kemasukan kalori lagi, tubuh manusia akan memproduksi segolongan hormon yang merangsang produksi sel syaraf baru, sehingga sel sel syaraf lama yang sudah rusak atau mati bisa memperbaharui lagi melalui aktifitas produksi sel syaraf baru itu.

Sayangnya jika tubuh rutin kemasukan kalori sebelum 24 jam, hormon yang merangsang produksi sel syaraf baru itu tidak akan produksi pada mayoritas manusia dewasa.

Jadilah orang orang dewasa pada umumnya yang mulai tua akan semakin lamban dan semakin berkurang drastis fungsi fungsi tubuhnya. Karna banyak dari sistem sarafnya yang sudah rusak atau tidak optimal lagi, tapi tubuh tidak mampu memproduksi sel saraf yang baru.

Insaya Allah dengan cara melakukan program jeda kalori minimal 24 jam, selang seling dengan MKTM secara teratur akan sangat membantu memperbaiki lagi sel sel saraf yang sudah rusak atau mulai tidak optimal lagi kinerjanya itu atau mengganti sel sel saraf lama yang sudah mati dengan sel sel saraf yang baru.

Catatan :

  1. Saya melakukan MKTM sebelum berangkat kerja dan menutupnya dengan Jedi. Karna saya suka sensasi awet muda dan tamvan maksimalnya dengan cara itu Insya Allah.
  2. Sudah melakukan riset dan merancang program kesehatan diatas awalnya karna didorong keinginan supaya awet sehat sampai tua.
  3. karna saya merasa waktu muda dulu adalah semacam markas penyakit karna sering sekali sakit.

Saya sudah menguji pada diri saya sendiri secara praktek dan beberapa orang lain. Dalam hal materi materi yang ada pernyataan2 atas sejak tahun 2013 atau tahun 2014 lalu sampai dengan  hari ini.

Untuk riset riset bahan bahan ilmiyahnya sendiri mulai tahun 2007 lalu.

Jika ada praktisi yang ingin melakukan uji lab atas pernyataan saya diatas,

Silahkan dengan mengugunakan dananya sendiri atau dana dari foundation tertentu yang concren dalam bidang kesehatan.

Saya sambut dengan sangat bahagia Insya Allah.

Silahkan ke Sumber nya : Awet Muda & Sehat Ala MKTM & JEDI

Sebelum Melakukan MKTM, Fahami Beberapa Hal Dasar Berikut ini

Sebelum Melakukan MKTM, Fahami Beberapa Hal Dasar Berikut ini

Sebelum melakukan MKTM atau Makan Kelapa Tua Mentah, berikut ini adalah cara dasar untuk ber MKTM agar badan kita menjadi sehat, bugar, fit tanpa Patogen dalam saluran pencernaan kita. Insya allah banyak penyakit akan sembuh dengan melakukan MKTM ini

Sebelum Melakukan MKTM, Fahami Beberapa Hal Dasar ini

Beli kelapa yang sudah tua dan masih segar, kupas tapas hingga batok nya,

Biarkan kulit kelapa nya tetap menempel, jangan di kerok

Ambil air nya dan bisa langsung diminum dihabiskan.

Belah kelapa tua tersebut menjadi empat (4) bagian untuk empat hari.

Makan satu bagian kelapa tersebut dihari itu.

Untuk yang tiga bagian lainya simpan dalam kulkas, tetapi jangan dibagian freezer nya.

Konsumsi rutin per hari 1/4 butir kelapa tua tersebut sampai ampas ampas nya.

Makan kelapa bisa dilakukan langsung ataupun dengan di parut terlebih dahulu.

Boleh dimakan dengan makanan lainya, asalkan alami, bukan KIMSIN.

Boleh dimakan kapan pun atau berkali kali, asalkan habis 1/4 butir dalam satu hari.

Pastikan Kelapa harus mentah saat dimakan.

Baca Juga : Makan Kelapa Tua mentah Untuk Kesehatan

Manfaat Makan Kelapa Tua Mentah

Dengan cara diatas, Insya Allah system kekebalan tubuh atau imun kita akan lebih kuat atau “ganas dan presisi” dalam membasmi penyakit, baik berupa Patogen ataupun cacing cacing disaluran pencernaan.

Tubuh menjadi rajin bersih bersih dari aneka macam tumpukan racun dalam tubuh kita.

Jika saluran cerna sehat karna bebas dari penyakit dan racun, maka seluruh tubuh akan sehat secara optimal, Insya Allah.

Jika kelapa tua mentah atau yang masih segar susah, silahkan beli kelapa parut.

Bagi yang bergigi ompong, prioritaskan makan kelapa tua mentah parutan. jika benar benar susah silahkan dibuat santan dahulu dari air matang. ingat, SANTAN JANGAN DI MASAK.

Santan ini hanya pilihan akhir jika benar benar sudah tidak bisa dengan parutan kelapa.

Pilihan terbaik dan prioritas utama itu tetap makan Kelapa Tua Mentah se ampas ampas nya Insya Allah.

Semoga Bermafaat.

Sumber dari Group Fb : Awet Muda & Sehat Ala MKTM & JEDI

Bahan Kimia Sintetis KIMSIN Yang Harus Dihindari Oleh Tubuh Kita

Bahan Kimia Sintetis KIMSIN Yang Harus Dihindari Oleh Tubuh Kita

Bahan Kimia Sintetis  adalah zat adiktif atau zat tambahan dalam makanan, minuman, atau produk produk lain yang dibuat di pabrik pabrik atau di Laboratorium. Zat Adiktif umumnya digunakan pada produk yang dibuat di pabrik – pabrik dibelahan bumi manapun.

Kimsin Adalah Kimia Sintetis Yang Harus Dihindari

Berikut adalah beberapa contoh produk yang mengandung KIMSIN seperti :

  • Mecin/MSG (penyedap rasa yang bukan alami))
  • Pemanis buatan (siklamat dll)
  • Pengawet (Formalin, Natrium Benzoat dll)
  • Pengembang (Baking Soda, Baking Powder dll)
  • Pelembut (Ovalet,SP, Quick 77 dll)
  • Pewarna makanan (Misal Tartrazine Ci 19140 dll)
  • Pewarna Textil yang dipakai untuk makanan
  • Pengenyal/Borax
  • Margarin (minyak sayur yang “ditembak” dengan Atom Hidrogen)
  • Obat obat farmasi termasuk Kimsin
  • Rokok keluaran Pabrik
  • Oli mesin kendaraan
  • Bahan Bakar/BBM
  • Parfum mewah masuk kimsin dari kategori penguat aroma, pewarna

pada dasarnya kimsin merupakan bahan bahan yang bukan dari alami yang Allah ciptakan, tapi hasil rekayasa genetika manusia di laboratium kimia atau fisika.

Kimsin sangat berbahaya bagi tubuh manusia, terutama bila dikonsumsi banyak secara rutin atau berlebih dalam jangka panjang.

Aneka penyakit yang kian modern seakan mengikuti peradaban manusia yang semakin bertambah banyak, salah satu sumber utamanya dari makanan dan minuman mengandung kimsin.

Sumber yang lain adalah kimsin yang beredar di udara yang kita hirup, terutama di kota kota yang banyak pabrik pabrik yang mengeluarkan aneka asap, asap kendaraan bermotor yang mengeluarkan aneka gas buang, asap pembakaran ban, dll.

Baca : Cara Mudah Membuat Penyedap Rasa Alamai Dari Kulit Kepala Udang

MKTM dan JEDI

Rajin ber MKTM dan JEDI membantu tubuh kita membersihkan dari kimsin – kimsin yang dahulu rajin kita konsumsi dan yang sekarang bisa jadi masuk melalui makanan atau minuman atau dari yang lainya yang kita sendiri tidak menyadarinya mengandung kimsin.

sedangkan NO KIMSIN adalah usaha maksimal agar kita sebisa mungkin sekuat tenaga menjauhkan diri dari kimsin kimsin itu agar tidak masuk kedalam tubuh kita melalui jalur manapun,

Tapi perlu di ingat, mental harus dijaga agar mudah bahagia tidak gampang stres.

Maksimalkan doa dan usaha, selebihnya yang diluar kekuasaan kita serahkan kepada Allah SWT, Tawakal maksimal agar mudah bahagia.

Sebab orang mudah bahagia imun nya menjadi super hebat mengatasi penyakit apapun yang akan masuk kedalam tubuhnya.

Bila dikombinasikan dengan usaha usaha MKTM dan JEDI + NO KIM SIN secara tertib.

semoga bermanfaat

sumber dari group Fb : Awet Muda & Sehat Ala MKTM & JEDI

Fungsi Emas Dinar Dirham Sebagai Alat Transaksi, Bukan Investasi

Fungsi Emas Dinar Dirham Sebagai Alat Transaksi, Bukan Investasi

Fungsi dasar dari koin Dinar Emas dan Dirham adalah sebagai alat transaksi, Dinar adalah koin yang terbuat dari logam emas mulia, sedangkan Dirham adalah koin yang terbuat dari logam perak. Di negara-negara Timur Tengah, Dinar dan Dirham sudah dikenal sebagai alat tukar yang resmi selama berabad-abad.

Fungsi Dasar koin Emas Dinar Dan Dirham

Dinar dan Dirham Sebagai Alat Transaksi
Koin Dinar

Jika mendengar Dinar dan Dirham, selalu dikaitkan dengan investasi emas. Tetapi sesungguhnya dinar dan dirham bukanlah alat investasi, melainkan alat pembayaran sebagaimana fungsi aslinya.

Di abad ke-14, Dinar dan Dirham bahkan pernah mendominasi pasar-pasar di sebagian besar wilayah Nusantara, antara lain di Pasai, Malaka, Banten, Cirebon, Demak, Tuban, Gresik, Gowa, dan Kepulauan Maluku dll.

Pada 700 tahun sebelum Adam Smith menulis buku The Wealth of Nation, seorang ulama bernama Abu Hamid al-Ghazali membahas tentang fungsi uang dalam perekonomian. Ia menjelaskan, fungsi uang adalah sebagai alat untuk melancarkan pertukaran dan mengatur nilai wajar bursa.

Uang ibarat cermin yang tidak mempunyai warna, tetapi dapat merefleksikan semua warna sehingga apabila fungsi uang sudah berubah dari esensi dasarnya, akan mengakibatkan terjadinya inflasi dan deflasi.

Bila nilai intrinsik sebuah mata uang sudah tidak sesuai, maka mengakibatkan terjadinya permainan dan kolusi. Dalam sejarah Islam, pernah terjadi krisis saat penggunaan fulus, uang yang terbuat dari logam selain emas dan perak. Mata uang memang relatif stabil manakala nilainya masih berpatokankan pada emas.

Rasuulullaah Muhammad Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak pernah merekomendasikan perubahan apa pun terhadap mata uang.
Sejak zaman Rasuulullaah Muhammad Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam hingga Dinasti Ustmaniyah, hanya dikenal uang emas dan perak.

Penggunaan dinar dan dirham kemudian berakhir seiring dengan runtuhnya kekhalifahan Turki Utsmani pada tahun 1924.

Saat ini di Nusantara kita Indonesia mulai ramai ramai orang banyak yang menggunakan dinar dan dirham sebagai alat transaksi, di Pasar Muamalah contoh nya yang tersebar di berbagai pelosok Indonesia.

Bagaimanakah Standar Baku Keduanya?

Sesuai dengan putusan Rasulullah SAW, yang diperkuat oleh khalifah Umar Bin Khattab dan sepenuhnya diciptakan oleh Abdul Malik Bin Marwan, Dinar adalah uang logam emas seberat 4,25 gram dengan kemurnian 22 karat. sedangkan Dirham adalah koin perak murni dengan berat 2.975 gram.

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Akan datang suatu masa pada umat manusia, dimana saat itu yang berguna hanya uang emas (Dinar) dan uang perak (Dirham) saja”. (H.R. Imam Ahmad)

“Pada akhirnya manusia pada saat itu harus memiliki dirham dan dinar untuk menjunjung tinggi urusan agama dan duniawi”. (HR Imam Al-Tabrani)

semoga bermanfaat untuk kita semua

Copas dari berbagai sumber

%d blogger menyukai ini: