Masjid Jogokariyan Galang Dana Beli Kapal Selam Pengganti Nanggala

Masjid Jogokariyan Galang Dana Beli Kapal Selam Pengganti Nanggala

Masjid Jogokariyan Yogyakarta berinisiatif melakukan penggalangan dana untuk membeli Kapal Selam untuk pertahanan Negara Indonesia. Takmir Masjid Togokariyan merasa prihatin atas tragedi tenggelamnya satu kapal selam Nanggala 402 milik Angkatan Laut yang membawa 53 orang kru untuk misi patroli

Tragedi Nanggala 402 : Takmir Masjid Lebih Visioner Soal Pertahanan Negara

 

Patungan Beli Kapal Selam
Rekening Patungan Beli Kapal Selam

By Asyari Usman

Bukan bercanda dan bukan pula setengah hati. Pasti! Sebab, komunitas Masjid Jogokariyan (MJ), Yogyakarta, selalu serius ketika melakukan penggalangan dana yang selama ini hanya untuk tujuan kemanusiaan.

Kemarin, badan kenaziran (takmir) masjid kembali memprakarsai pengumpulan dana. Tapi kali ini lain dari biasa. Bukan untuk kemanusiaan. Melainkan untuk membeli kapal selam (kasel) pengganti Nanggala 402 yang tenggelam di perairan selatan Bali.

Membeli kapal selam? Apa iya bisa terkumpul dananya oleh MJ? Memangnya berapa harga kapal selam? Tidak terlalu besar. Untuk klas yang tenggelam itu hanya US$330 juta. Atau sekitar Rp4.7 triliun. Tak sampai 5 triliun.

Mungkinkan jumlah ini terkumpul di Jogokariyan? Sangat mungkin jika kita simak pengalaman komunitas Jogokariyan selama ini. Modal utama mereka adalah sifat yang amanah dan transparan. Semua jemaah percaya mereka, begitu juga masyarakat umum.

Aksi Galang Dana Masjid Jogokariyan

Masjid Jogokariyan Yogyakarta

Penggalangan dana yang bakal menjadi peristiwa historis ini mereka mulai kemarin, Ahad (25 April 2021), 13 Ramadan 1442.

Inisiatif MJ ini sangat sejalan dengan suasana emosional akar rumput. Rakyat, utamanya umat Islam, sangat prihatin dengan tragedi Nanggala. Kehilangan kasel ini berarti memperlemah pertahanan NKRI.

“Indonesia adalah negara kelautan sehingga sudah semestinya armada laut harus dikuatkan,” kata Ustad Muhammad Jazir, ketua takmir MJ. Ia mengajak seluruh rakyat ikut membantu Angkatan Laut agar mampu menjaga kekayaan negara dan keutuhan wilayah Indonesia.

Komunitas MJ tampaknya sangat serius ingin membantu pembelian kasel baru. Dan ini bisa bergulir menjadi gerakan nasional. Tapi, kalau ada yang memaknai penggalanan dana ini sebagai sindiran terhadap pemerintah, bisa juga. Semacam kritiklah, lebih-kurang.

Konkretnya, rakyat melihat pemerintah mengabaikan aspek pertahanan negara. Alat-alat utama sistem persenjataan (alutsista) milik TNI jauh tertinggal dibandingkan para tetangga sesama ASEAN. Sudah banyak yang karatan. Dan tak cocok lagi dengan tantangan dan ancaman yang selalu naik level.

Peremajaan memang mahal. Tetapi, kalau pemerintah sadar bahwa sistem persenjataan akan selalu dikaitkan dengan wibawa negara, maka pastilah para pemimpin yang punya harga diri akan mengutamakan alat-alat pertahanan.

Duit 4.7 T untuk membeli satu kapal selam, masih terbilang tak seberapa dibandingkan jumlah korupsi para pejabat dan perampokan yang dilakukan oleh para taipan hitam. Ini semua hanya soal kecerdasan dan kevisioneran pemimpin.

Ketua takmir Masjid Jogokariyan saja mampu berteori tentang pertahanan negara. Takmir yang visioner. Dan malah langsung berbuat lewat penggalangan dana Nanggala 402.

Kita tunggu apa yang akan dilakukan Menhan Prabowo Subianto.

Senin 26 April 2021
(Penulis wartawan senior)

By Asyari Usman

Masjid Jogokariyan Donasi Kapal Selam

Aksi Galang Dana Masjid Jogokariyan

Anies Penuhi Kebutuhan Beras Jakarta Kerjasama Pemkab Ngawi

Anies Penuhi Kebutuhan Beras Jakarta Kerjasama Pemkab Ngawi

Anies Penuhi Kebutuhan Beras untuk warga DKI Jakarta melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Food Station Tjipinang Jaya dengan melakukan kontrak kerjasama antara Pemkab Ngawi, Jawa Timur dengan dihadiri langsung oleh Bupati Ngawi Bpk Ony Anwar dan Gubernur Jawa Timur ibu Khofifah Indar Parawansa

Anies Penuhi Kebutuhan Beras Jakarta Kerjasama Pemkab Ngawi Jawa Timur

Gubernur Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Alhamdulillah, Pemprov DKI Jakarta melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Food Station Tjipinang Jaya menggandeng Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Daya Tani Sembada dan Kelompok Tani Sido Rukun Kecamatan Geneng Kabupaten Ngawi guna memperluas cakupan serapan gabah untuk pasokan beras di Jakarta.

Hari ini Ahad 25 April 2021 kami menandatangani perjanjian kerja sama Resi Gudang (Warehouse Receipt System) antara Pemprov DKI Jakarta dengan Pemkab Ngawi yang diwakili Bupati Ngawi Ony Anwar dan disaksikan langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa beserta jajaran Food Station, Daya Tani Sembada dan Kelompok Tani Sido Rukun di Balai Desa Geneng, Dusun Alas Pecah, Kecamatan Geneng Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Pada umumnya saat panen raya gabah kering panen dihargai sangat rendah. Dengan kerjasama sistem resi gudang, Food Station sebagai pengelola akan membantu menjadi stand by buyer dengan harga yang baik sehingga para petani tidak perlu susah-susah mencari pembeli. Dan petani tak perlu buru-buru menjual harga gabah mereka dengan harga rendah, melainkan dapat menyimpannya terlebih dahulu meningkatkan kualitas sehingga harganya juga akan stabil.

Pasokan Beras Untuk Jakarta

Gudang Beras di Ngawi
Gudang Beras di Ngawi Jawa Timur

Selain itu dengan menyimpannya di resi gudang petani juga bisa memanfaatkan sebagai jaminan untuk mengambil pinjaman dari lembaga keuangan untuk pembiayaan musim tanam berikutnya.Dengan sistem resi gudang kita bisa menyimpan rata- rata 600 ton, target tahun 2021 sebanyak 1.000 ton.

Atas nama warga Jakarta kami sampaikan terima kasih dan apresiasi atas kerjasama yang baik ini. Tujuan dari kerjasama ini adalah pertama, kebutuhan pangan di Jakarta terpenuhi dengan baik

Kedua, para petani memiliki sistem kerja yang memungkinkan mereka meningkatkan kesejahteraannya, sehingga petani kita tidak terus menjadi yang paling akhir menikmati nilai tambah dari kegiatan produksi beras.

Jakarta memiliki ketergantungan yang amat tinggi kepada produk pertanian dari luar Jakarta dan kami tidak ingin hanya menerima berasnya saja tetapi tak memikirkan kesejahteraan petaninya.

Kerjasama antar daerah ini merupakan bagian dari amanat konstitusi untuk menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Jakarta sebagai kota penyumbang perekonomian terbesar memberikan manfaat bagi daerah lain khususnya peningkatan kesejahteraan petani.

Dengan sistem kerjasama yang dijalankan Foodstation seperti contract farming dan resi gudang kita memastikan bahwa petani bisa mendapatkan manfaat yang makin baik dan besar sehingga lebih sejahtera. Ini bentuk ucapan terima kasih kami, balas budi kepada para petani yang sudah menyiapkan pangan bagi kami yang tinggal di perkotaan.

Beras Produksi Kelompok Tani Sido Rukun Ngawi
Beras Produksi Kelompok Tani Sido Rukun Ngawi
Pelepasan Logistik Beras
Pelepasan Logistik Beras
Gubernur DKI Jakarta dan Gubernur Jatim
Gubernur DKI Jakarta dan Gubernur Jatim
Gubernur Anies Baswedan
Gubernur Anies Baswedan

Sumber FB Anies Baswedan

Anies Baswedan Panen Padi di Cilacap, Kecamatan Majenang, Cilacap

Anies Baswedan Panen Padi di Cilacap, Kecamatan Majenang, Cilacap

Anies Baswedan panen padi di Cilacap bersama Bupati Cilacap Bapak Tato Pamuji pada hari Jum’at 16 April 2021 dalam mencanangkan ketahanan pangan dengan pemerintah Kabupaten Cilacap.

Kerjasama mulai tahun 2018 lalu dan Pemda DKI Jakarta merasa bersyukur bisa bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Cilacap dalam menyiapkan ketahanan pangan untuk warga di ibu kota.

Anies Baswedan Panen Padi di Majenang Bersama Bupati Cilacap

Anies Baswedan dan Bupati Cilacap
Anies Baswedan dan Bupati Cilacap

Alhamdulillah, pagi tadi (Jum’at 16 April 2021) Panen Bersama di lahan sawah seluas 50 hektare di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Panen padi hasil kolaborasi antara Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) Sumber Makmur, Desa Jenang, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap dengan BUMD PT Food Station Tjipinang Jaya.

Hampir 99% kebutuhan pangan DKI Jakarta dipasok dari luar dan kita memiliki ketergantungan yang amat tinggi dengan daerah lain dan Jakarta merasa bersyukur bisa bekerja sama dengan Cilacap menyiapkan ketahanan pangan untuk warga di ibu kota.

Ikhtiar bersama ini juga untuk memastikan pasokan pangan di Ibu Kota terjaga selama bulan Ramadan dan menyambut Idulfitri 1442 Hijriah.

Kerjasama Dari Tahun 2018

Kerjasama DKI Jakarta dan Kabupaten Cilacap
Gubernur Anies Baswedan dan Bupati Cilacap Tato Pamuji

Kegiatan panen bersama antara Food Station dengan Gapoktan Sumber Makmur Cilacap ini adalah kegiatan lanjutan kolaborasi antar daerah yang dimulai sejak 2018. Melalui kolaborasi tersebut, Pemkab Cilacap dan Gapoktan Sumber Makmur berperan menyiapkan pengadaan lahan dan petani, sementara Pemprov DKI Jakarta melalui Food Station melakukan beragam pendampingan kepada petani dan off taker produk pertanian.

Pendampingan yang dilakukan Food Station terhadap Gapoktan Sumber Makmur antara lain terkait pendampingan dalam pemilihan varietas; pendampingan dalam pascapanen; Food Station sebagai off taker memberikan jaminan harga; memotong mata rantai pembelian gabah milik petani, sehingga petani bisa tetap sejahtera; serta kolaborasi ini dapat digunakan oleh petani untuk mendapatkan pembiayaan.

Prinsip saling menguntungkan inilah yang membuat pergerakan perekonomian di ibu kota juga ikut dirasakan sampai ke daerah-daerah. Kita ingin memastikan hadirnya kolaborasi yang berkeadilan bagi semua, yakni membuat masyarakat Jakarta mendapat beras berkualitas dengan harga terjangkau, dan yang paling penting petani di Cilacap merasakan peningkatan kesejahteraan.

Atas nama warga Jakarta kami berterima kasih dan mengapresiasi kerja bersama BUMD PT Food Station Tjipinang Jaya, Gapoktan Sumber Makmur, Kepala Perwakilan BI Purwokerto, Pak Bupati Tatto S. Pamuji serta jajaran Pemerintah Kabupaten Cilacap.

InsyaAllah kolaborasi ini bisa kita perluas di aspek-aspek lain. Karena kita semua menyadari bahwa kebersamaan, gotong royong itu adalah sifat dasar bangsa kita.

Sumber Fb : Anies Baswedan

Bupati Cilacap Tato Pamuji
Gubernur DKI Jakarta dan Bupati Cilacap
Panen Raya Padi di Cilacap
Panen Raya Padi di Cilacap

Kelompok Tani Gapoktan Cilacap

Panen Raya di Cilacap
Panen Raya di Majenang Cilacap

Baca juga : Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap

Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap, Dekat Cimanggu, Jawa Tengah

Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap, Dekat Cimanggu, Jawa Tengah

Kecamatan Majenang berada di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Majenang berada di ujung utara di Kabupaten Cilacap, dekat ke Kecamatan Cimanggu, Kecamatan Karangpucung, Kab Cilacap dan dekat ke Banjarsari, Jawa Barat.

Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap

Majenang adalah salah satu kecamatan di kabupaten Cilacap yang letaknya paling utara (Berjajar ke Barat bersama kecamatan Wanareja dan Dayeuh Luhur).

  1. Sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Brebes
  2. Sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Cimanggu
  3. DiSebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Cipari
  4. Dan sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Wanareja

Geografi Kota Majenang

Sebagian besar wilayah Majenang adalah pegunungan (hampir 60%) dan selebihnya dataran, mulai dari ketinggian sekitar 100 meter sampai 1200 meter di atas permukaan laut.

Tanahnya hampir semuanya subur, baik yang berupa pegunungan maupun dataran. Curah hujan sangat tinggi, pada musim penghujan hampir setiap hari hujan turun.

Ada 3 sungai yang cukup deras yaitu :

  • Sungai Cijalu
  • Sunge Cilopadang
  • Sungai Cileumeuh

Di kanan kiri sungai-sungai tersebut terdapat sawah-sawah dan ladang-ladang yang subur dan indah.

Hutannya masih sangat lebat berupa belantara dengan pohon hutan asli. Bukit-bukitnya sebagian besar terjal dengan kemiringan 25 derajat sampai 75 derajat. Mata air hampir ada dimana-mana, bahkan di musim kemarau tidak pernah kekurangan air.

Hasil hutan berupa kayu dan hasil kebun buah-buahan serta sayuran berlimpah. Sawah tersebar mulai dari dataran hingga perbukitan yang landai sehingga boleh dibilang surplus beras.

Alamnya dipenuhi panorama indah, sehingga banyak tempat yang bisa dijadikan objek wisata, seperti Objektif Wisata Alam Gunung Cijalu River bersama PARMA, mulai perbukitan yang hijau hingga air terjun yang sejuk. BANJIR dan kekeringan merupakan problem yang dialami tiap tahun

Di Perut Buminya ada Beberapa Jenis Tambang

  • Tambang Emas di desa Sadahayu (belum di eksplor)
  • Tambang batu alam di desa Cibeunying (Gunung Cungakan)
  • Pasir dan batu kali ada di sepanjang sungai Cijalu

Demografi Kecamatan Majenang

Majenang merupakan daerah “peralihan” Sunda-Jawa dalam arti bahwa di wilayah ini bahasa ibu yang mereka pakai terdiri dari Bahasa Sunda dan Bahasa Jawa

Namun Bahasa Sunda dan Bahasa Jawa boleh dibilang agak kasar dibanding Sunda di Jawa Barat atau Jawa di Jawa Tengah sebelah timur.

Lapangan Usaha

Berdasarkan lapangan usaha maka sektor Pertanian merupakan sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja, yaitu sebesar 32.864 atau 55,65 persen, diikuti sektor Jasa sebesar 9.930 atau 15,85 persen kemudian Perdagangan Rumah Makan dan Akomodasi sebesar 7.645 atau 12,71 persen, Industri Pengolahan menempati urutan ke empat dengan angka 2.791 atau 4,51 persen, urutan selanjutnya adalah sektor Angkutan dan komunikasi sebesar 1.975 atau 3,01 persen dan untuk sektor konstruksi atau bangunan sebesar1.648 atau 2,36 persen dan sisanya untuk sektor lainnya yang masih di bawah 10 persen

Baca Juga : Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Panen Padi di Majenang Cilacap

Nama Desa/kelurahan di Kecamatan Majenang
  • Bener
  • Boja
  • Cibeunying
  • Cilopadang
  • Jenang
  • Mulyadadi
  • Mulyasari
  • Padangjaya
  • Padangsari
  • Pahonjean
  • Pengadegan
  • Sadabumi
  • Sadahayu
  • Salebu
  • Sepatnunggal
  • Sindangsari
  • Ujungbarang
Sumber Fp : KOTA CILACAP