Villa Bukit Jonggol | Villa Bukit Swiss Siapa Owner nya?

Villa Bukit Jonggol | Villa Bukit Swiss Siapa Owner nya?

Villa Bukit Jonggol | Mengenal Owner Kavling Villa Bukit Swiss Jonggol CV Ndang Sutisna .20 tahun lebih menjadi profesional di dunia Advertising. Pernah bekerja di Fortune Indonesia, Matari Advertising, Mc Cann Erikson Indonesia, J Walter Thompson , Havas Worldwide dan 4 tahun terakhir mendirikan First Position.

Villa Bukit Jonggol | Kavling Villa Bukit Swiss Siapa Owner nya?

Sebuah agency lokal yang menerapkan disiplin agency multinasional dengan jumlah total billing 600 Milyar.

Pernah menghandle brand-brand besar seperti Telkom Indonesia, Unilever Indonesia, Honda Astra Motor, BMW, Isuzu, Bayer, Kalbe, Reckitt Benkisor, Jhonson&Jhonson, Panasonic, Konimex, Kino Indonesia dan banyak brand-brand besar lainnya.

Villa Bukit Jonggol
Kantor Pusat Milik Bpk H Ndang Sutisna di Cilandak Jaksel

Memenangkan banyak Award baik tingkat nasional maupun internasional seperti, Citra Pariwara, AdFest (Festival tingkat Asia Pasific), dan Cannes Festival (Festival Iklan tingkat dunia). Beberapa kali menjadi Ketua Dewan Juri Citra Pariwara.
Tahun 2017 mendirikan duniahalal.com , e-commerce halal pertama di Indonesia.

Mengenal Owner H. Ndang Sutisna

Pernah menggarap Konsep dan Penjualan Apartement Tiger Wood dan beberapa property konvensional. Dan sekarang berhijrah ke Property Syariah agar lebih berkah dan bermanfaat utk ummat agar mudah memiliki aset tanah di negri sendiri.

Kini Bapa H Ndang Sutisna membuka Projek pertama nya di Property Syariah dengan nama Kavling Villa Bukit Swiss Jonggol.

Tak perlu ke puncak, 2 Jam dari JAKARTA Anda sudah bisa ngopi di depan Gunung

Gak percaya?
Miliki kavling BUKIT SWISS JONGGOL hanya 30km dari Kota Wisata Cibubur!

Bisa ditempuh lewat jalan Transyogi atau Tol yang masih dalam pembangunan Cilandak-Depok-Cibubur-Cikampek. Hanya 60 menit dari Citos/Cilandak bila tol ini sudah jadi! Masuk akal kan?

Makanya tawaran ini sangat dahsyat untuk investasi, bukan cuma dinikmati.

Setahun nilainya pasti berlipat
Status tanah SHM siap bangun.

Kavling Villa Bukit Jonggol

Buruan booking karena jumlah unit terbatas dan harganya masih dijual di bawah standard. Harga kavling mulai 40 juta per 100 m2,
Hrg Promo hanya 27 jt
Beli Cash ,discount 2 jt, jadi hanya 25 jt
berhadiah 4bibit pohon,Gratis Perawatan 1 tahun,selanjutnya bisa dirawat petani yang di koordinir MIM Property dengan bagi hasil

Buktikan tawaran dahsyat ini, dan buktikan sendiri satu jam bisa ngopi di depan gunung!

Mengenai legalitas Kavling Bukit Jonggol sendiri saat ini sudah Sertifikat Hakilik ( SHM ) an Pa H Ndang Sutisna

Info : Dadang 08568642729

Alamat Kavling Bukit Jonggol :

Jl. Antajaya, Antajaya, Tanjungsari, Bogor, Jawa Barat 16840

https://goo.gl/maps/6NmUjBQEp462

Property Syariah Semakin di Minati Masyarakat Muslim

Property Syariah Semakin di Minati Masyarakat Muslim

Property Syariah Tanpa Bank

Property Syariah Tanpa Bank saat ini di Indonesia semakin di minati masyarakat Muslim Indonesia,tak terkecuali Non Muslim pun cukup banyak yang meminati akan property syariah yang sedang berkembang ini.

Property Syariah Tanpa Bank Semakin di Minati Masyarakat Muslim Indonesia

Tren membeli rumah tanpa riba atau kerap disebut “rumah syariah” atau “rumah halal” kian diminati masyarakat Indonesia. Prinsip pembeliannya yang disebut sesuai syariat agama Islam adalah satu alasannya. Tak hanya menggunakan KPR syariah, kini masyarakat pun bisa membeli rumah halal langsung ke Developer tanpa melibat kan pihak bank.

Apakah Anda sudah mengetahui soal keberadaan pengembang syariah ini?

Tergolong baru memang, sebab para pengembang property syariah tersebut baru muncul mulai tahun 2014.

Kini properti syariah khususnya rumah hasil produksi pengembang developer syariah pun mulai menjamur di penjuru Indonesia dan banyak juga developer konvensional yang ahir nya ber hijrah ke property syariah

Berbeda dengan skema pembelian menggunakan KPR bank syariah, mari pahami lebih dalam soal Property Syariah ini.

Skema Beli Rumah di Developer  Property Syariah Mirip dengan KPR Bank Syariah, tapi…

Melansir situs cekaja.com, skema jual beli antara pembeli dengan pengembang dilakukan berdasarkan kesepatan atau dikenal sebagai akad Istishna

Ada perjanjian tertulis bermaterai yang dibuat dan ditandatangani kedua belah pihak.

Beberapa ketentuan seperti harga rumah, margin keuntungan, hingga lama angsuran alias tenor tertera jelas di dalamnya.

Skema KPR 100% syariah rumah atau property syariah yang dijual oleh developer syariah sama sekali Tidak melibatkan pihak bank sama sekali,dimana tidak ada denda, tanpa ada sita,tanpa ada asuransi,tanpa ada bunga, tanpa ada bi cheking,tanpa ada riba.

Itu mengapa, Anda tidak perlu mengikuti serangkaian prosedur yang diwajibkan bank salah satunya BI cheking yang sering ‘merepot kan sebagian orang’

Proses jual beli dilakukan langsung antara Anda dengan developer penjual rumah syariah yang akan dibeli.

Kekurangan Membeli Rumah dari Pengembang Syariah

Lantaran tak melibatkan bank, penyerahan kunci rumah yang dibeli dapat berlangsung lebih lama (indent) dari yang biasa dilakukan bank pemberi KPR.

Hal ini dikarenakan pembangunan rumah yang bergantung pada ketersediaan dana angsuran dari pembeli.

Disebutkan, bila pembayaran berlangsung dengan lancar makan proses penyerahan kunci pun bisa lebih cepat dilakukan.

Kelebihan Membeli Rumah dari Pengembang Syariah

Setelah mengetahui kekurangan membeli rumah tanpa riba dari pengembang syariah, tentu Anda pun perlu mengetahui nilai plusnya.

Beberapa kelebihan yang bisa Anda rasakan saat membeli rumah lewat developer property syariah di antaranya adalah :

  • Tak dibebankan bunga jadi tak akan menimbulkan riba
  • Tanpa Bank
  • Proses pembelian lebih simpel karena tidak ada BI checking
  • Tidak ada denda serta penyitaan rumah saat terjadi gagal bayar
  • Harga final rumah tak akan berubah walau melakukan percepatan pelunasan
  • Uang muka (dp) ringan bisa mulai dari 10% bahkan ada yang Tanpa Dp

Cara Membeli Rumah Halal Lewat Developer Syariah

Bagaimana jika ingin membeli rumah yang ditawarkan oleh developer property syariah? Secara umum beberapa prosedur yang harus Anda lewati adalah sebagai berikut :

  • Melakukan pemesanan property / rumah ke developer pilihan
  • Melakukan Akad dengan Developer
  • Pembuatan Surat Pemesanan Pembelian Rumah (SPPR) dan melakukan perjanjian dengan developer
  • Menandatangani SPPR bersama pihak developer di hadapan notaris
  • Melakukan pembayaran DP lalu pelunasan sesuai kesepakatan.

Saat ini Property Syariah sudah merambah sebagian kota,kabupaten di Indonesia dari Aceh hingga Papua,namun yang paling banyak peminat nya ada di sekitaran JABODETABEK

Semoga ulasan ini bermanfaat untuk anda.

Sumber dari 99.co seputar developer proprty syariah

KPR Syariah Tanpa Bank, Property Syariah

KPR Syariah Tanpa Riba

Apa itu KPR Syariah Tanpa Bank? Benarkah jika telat membayar angsuran bisa Tidak ada Denda, benar kah jika Macet menyicil  Tidak di Sita, Benarkah kita tidak akan di usir?

Apa Itu KPR Syariah Tanpa Bank?

1. KPR Syariah Tanpa Bank
Transaksi hanya dua pihak, yaitu antara DEVELOPER dan PEMBELI secara langsung.

KPR Konvensional :
Pada konsep konvensional terjadi tiga pihak dalam bertransaksi
Bank, Developer, Pembeli
Skema –> Pembeli memesan ke Developer dan membayar sejumlah Uang Muka, lalu sisa hutang atau disebut plafon diteruskan oleh Bank dengan Pembeli .

Perhatikanlah, apakah ada transaksi antara Developer dengan Bank? seharusnya jika akad Syariah maka pihak Bank membeli terlebih dahulu barang kepada Developer.
Sehingga barang sepenuhnya milik Bank, TETAPI pada peraturan Bank Indonesia tercantum bahwa bank tidak bisa membeli asset seperti membeli barang dari Developer

KPR Tanpa Bank

Pada Rumah Syariah jelas bahwa Developer sebagai pemilik barang, menjual kepada Pembeli, dimana Cicilan atau disebut plafon itu dilakukan langsung antara Developer dengan Pembeli juga, TANPA ada pihak BANK

2. Tidak ada Sita
karena barang sepenuhnya milik pembeli.
Pada saat pembelian kredit, maka tidak akan ada yang tahu masa depan dari masing2 individu, sehingga kemungkinan kesulitan keuangan atau kebangkrutan bisa saja datang.

KPR Konvesional :
Pada konsep konvensional terjadi SITA, apabila konsumen tidak bisa membayar selama tempo tertentu sehingga seluruh uang yang telah dibayarkan pembeli akan HANGUS dan harus keluar dari rumah yang telah ditempati.

Apa Itu KPR Tanpa Bank?

KPR Syariah ( KPR Syariah Tanpa Bank ) :
Pada Rumah Syariah apabila kesulitan keuangan terjadi, maka diberikan waktu diskusi dan pertemuan serta membantu menganalisis masalah tersebut untuk dicarikan solusi terbaik.
Beberapa solusi bisa muncul, seperti :

  • Take Over sementara kepada keluarga
  • Menjaminkan barang lain yang bisa menutupi

Apabila ternyata sudah buntu dan tidak ada perkembangan mengenai masalah ini, maka rumah silahkan dijual oleh pembeli dengan harga diwaktu tersebut untuk mendapatkan dana besar sehingga sisa hutang bisa dilunasi dan pembeli bisa membawa sisa uang hasil penjualan rumahnya

Contoh :
Pembeli sudah mencicil hingga 5 tahun sejumlah 300 juta dan sisa hutang itu 200 juta
Tahun ke-6 rumah akhirnya dijual dengan harga 700 juta.
Maka kewajiban membayar ke developer hanyalah sisa hutang, yaitu sejumah 200 juta
Pembeli akhirnya mendapatkan 500 juta dan bisa membeli rumah di tempat lain.

3. Tanpa ada Denda

Tidak asa Denda Apabila telat membayar, karena bisa terjebak RIBA.
Pada akad jual beli, harga haruslah jelas di awal sebelum pembelian.

Contoh, harga pembelian tercatat 500 juta selama 15 tahun
Maka pembeli selama 15 tahun harus melunasi sejumlah 500 juta tanpa ada KELEBIHAN

Apabila terdapat denda, maka ini termasuk dalam RIBA.

Nah, solusinya adalah memberikan sistem baru dimana bukan DENDA

  • Memberikan reward kepada pembeli yang melakukan pembayaran selalu tepat waktu
  • Menjelaskan dan mencoba memberi pemahaman mengenai bahaya telat bayar seperti dalil dan sebagainya
  • Apabila memang ada unsur sengaja, maka ada diskusi dan punishment

Apa Itu KPR Tanpa Bank?

4. Tidak ada Akad Ganda
Pada perumahan syariah sudah jelas bahwa akad hanya Jual Beli, di mana pada saat DP masuk maka rumah tsb sdh milik pembeli.

KPR Konvensional :
Tetapi pada konsep konvensional, terjadi akad GANDA yaitu SEWA-BELI
dimana pada saat masih mengangsur dan belum lunas, maka rumah milik Developer atau Bank .
Setelah lunas maka rumah barulah milik pembeli

5. Tanpa Bi Checking
Perlu diketahui bahwa ada kondisi pada KPR konvensional yaitu orang memiliki uang tapi tidak bisa membeli rumah karena masalah bi checking

Tetapi pada perumahan syariah (KPR Syariah Tanpa Bank), semua itu dihapuskan dan konsepnya adalah PEMBELI bersedia membeli dan memiliki kemampuan membayar, maka Developer menerima dengan baik.

Semoga bermanfaat atas artikel

Sumber dari berbagai group WhatsApp

Property Syariah, KPR Syariah dan KPR Bank Syariah

property syariah

Property Syariah atau KPR Syariah Meski sama-sama mengusung skema syariah, kenyataanya properti syariah dengan properti yang dibeli melalui bank dengan skema syariah adalah dua hal yang berbeda.

Property Syariah, KPR Syariah dan KPR Bank Syariah

Founder Developer Property Syariah (DPS) Ustadz Rosyid Aziz mengungkapkan, banyak komunitas muslim ketika membeli property syariah ingin langsung melalui developer, bukan melalui skema syariah yang ditawarkan perbankan.

“Temen-teman yang sudah paham, KPR yang dilakukan dengan skema bank syariah ini masih banyak kritikan yang harus diperbaiki, sehingga banyak juga teman-teman yang merasa tidak nyaman ketika ambil KPR bank syariah,” kata Rosyid kepada Kompas.com, Rabu (15/8/2018).

Setidaknya ada empat hal yang membedakan antara KPR syariah dengan KPR bank syariah.

Pertama, dari sisi transaksi, jual beli KPR syariah dilakukan antara dua belah pihak, yaitu konsumen dengan pengembang. Sementara, KPR bank syariah dilakukan dengan tiga pihak yakni konsumen, pengembang, dan perbankan. Kemudian dalam hal jaminan, rumah yang diperjualbelikan melalui KPR syariah tidak menjadi jaminan.

Sementara KPR bank syariah menjadikan rumah sebagai jaminan.

Ketiga, KPR syariah juga tidak mengatur sistem denda keterlambatan. Lain halnya dengan KPR bank syariah yang mengatur adanya denda keterlambatan.

Terakhir, KPR syariah tidak mengenal sistem BI checking, sehingga memudahkan calon pembeli yang bekerja di sektor informal. Sementara KPR bank syariah memberlakukan sistem BI checking.

Sumber Artikel : Kompas.com

KPR Syariah Tanpa Bank Yang Sedang Booming

KPR Syariah Tanpa Bank Yang Sedang Booming

KPR Syariah Tanpa Bank

KPR Syariah Tanpa Bank, Tanpa Riba, Tanpa Akad Bermasalah, Tanpa Denda. KPR Syariah Tanpa Riba, tidak dipahami dengan cara yang sama oleh setiap orang.

Tidak sedikit orang yang menganggap, bahwa ketiadaan bunga (interest), sudah merupakan pemahaman yang tuntas tentang konsep Tanpa Riba.

Padahal, Riba bisa muncul dari aktivitas lain yang sayangnya tidak banyak disadari oleh masyarakat. Sebenarnya bukan hanya konsep Tanpa Riba saja yang perlu dipahami, disadari, dan diwaspadai oleh masyarakat.

KPR Syariah Tanpa Bank di Indonesia

Ada beberapa pemahaman lain yang harus benar-benar jelas dipahami, agar masyarakat tidak terjerumus pada aktivitas maksiat secara tidak sadar, karena ketiadaan ilmu.

Riba yang merupakan salah satu ciri utama yang khas dari sistem ekonomi sekuler-kapitalistik, terbukti hanya membawa kesengsaraan untuk mayoritas. Dan semakin memisahkan jurang pembeda antara si kaya dan si miskin.

Konsep Tanpa Riba, adalah gagasan utama yang diemban oleh Developer Property Syariah, sebagai bagian dari solusi kepemilikan property untuk masyarakat.

Pentingnya KPR Syariah Tanpa Bank

Kesadaran masyakat Indonesia yang mayoritas muslim, akan pentingnya memastikan setiap transaksi, yang dilakukan bebas dari riba/tanpa riba, semakin meningkat dari waktu ke waktu.

Akan tetapi,menghadirkan pemahaman bertransaksi bebas unsur riba pada pemilikan property adalah, sesuatu hal yang baru. Bahkan di awal mula kehadirannya dianggap sebagai kemustahilan.

Akan tetapi seiring dengan berjalannya waktu, semakin terlihat bahwa, selalu ada solusi bagi mereka sungguh-sungguh, dan totalitas dalam berikhtiar.

Termasuk untuk urusan kepemilikan property secara syar’i bebas riba. Tidak banyak masyarakat yang menyadari, bahwa salah satu pintu utama kokohnya riba di tengah-tengah masyarakat adalah, keberadaan bank, dan keterlibatannya dalam transaksi-transaksi strategis yang dilakukan masyakat.

Bank menjadi alat yang efektif bagi sistem ekonomi sekuler-kapitalistik, untuk mengeruk dana masyarakat , dan mengokohkan riba untuk selalu berada di tengah-tengah masyarakat

Konsep Tanpa Bank, yang dibawa oleh Developer Property Syariah (DPS) adalah, dengan meniadakan peranan perbankan, dalam aktivitas pembiayaan dan transaksi lainnya, yang bersinggungan dengan hal yang prinsip serta membahayakan aqidah masyarakat.

Keberadaan Bank Syariah pun, tidak menjadi solusi nyata untuk membebaskan masyarakat, dari aktivitas-aktivitas ekonomi bertentangan dengan Syariat Islam.

Adapun aktivitas teknis semisal menggunakan jasa transfer uang, atau aktivitas lainnya yang tidak membahayakan aspek-aspek prinsip aqidah, masih dapat untuk dimanfaatkan.

Konsep Tanpa Akad Bermasalah

Konsep berikutnya yang menjadi pembeda mendasar, kami sebagai Developer Property Syariah dengan Developer Property Konvensional adalah, Konsep Tanpa Denda. Kebanyakan orang memiliki pandangan yang keliru tentang denda.

Dalam konteks transaksi pemilikan property konvensional, denda muncul sebagai konsekuensi yang harus ditanggung oleh konsumen, yang diakibatkan karena adanya keterlambatan pembayaran cicilan dalam skema kredit.

Banyak yang menganggap denda ini adalah suatu hal yang wajar. Padahal, dari sudut pandang Syariat Islam, denda semacam ini adalah terlarang, dan merupakan bagian dari riba yang jelas-jelas maksiat dan dilarang dalam Islam.

Konsep yang tidak kalah penting yang diemban oleh Developer Property Syariah dan KPR Syariah, adalah konsep tanpa akad bermasalah. Seringkali masyarakat calon pembeli property tidak mengerti kejelasan akad yang mereka lakukan ketika hendak membeli property.

Sebagai contoh adanya barang agunan dalam transaksi kredit. Umum ditemukan pada transaksi kredit pemilikan property konvensional barang yang diagunkan adalah property yang ditransaksikan, padahal dalam Islam hal seperti ini adalah dilarang dan menyebabkan akad menjadi bathil.

Dalam transaksi kredit syariah, kejelasan akad seperti ini menjadi hal yang penting untuk diketahui agar akad transaksi bebas masalah. Demikian, Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua, untuk lebih memahami prinsip-prinsip Syariah yang dijalankan oleh Developer Property Syari’ah.

Dan semoga ummat Islam bisa kembali berjaya, jika kita semua selaku ummat Muslim mau menerapkan, dan menjalankan apa yang telah digariskan oleh Allah swt dan Rasul-Nya.

Terlebih dalam menerapkan salah satu konsep Ekonomi Syariah ini, dalam hal transaksi kepemilikan rumah. Aamiin.

Developer Properti Syariah Sumber : ust Rosyid Aziz